Kemendag Klaim Harga Cabai Mulai Turun

Kemendag Klaim Harga Cabai Mulai Turun

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa memasuki pertengahan Januari 2015, harga cabai mulai mengalami penurunan hampir di seluruh wilayah Indonesia dikarenakan mulai banyaknya pasokan yang masuk ke pasar konsumen.

"Daerah-daerah sentra produksi yang telah panen perlu mendistribusikan pasokan cabai secara merata ke berbagai daerah yang selama ini masih mengandalkan pasokan dari daerah lain," kata Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, dalam siaran pers yang diterima, Rabu (14/1/2015).

Dengan adanya pasokan yang merata, lanjutnya, daerah yang menjadi sentra produksi cabai tidak mengalami kelebihan pasokan dan harga di tingkat petani tetap memberi keuntungan yang layak kepada petani.

Menteri mengatakan adanya pasokan cabai ke pasar-pasar yang mulai bertambah tersebut terjadi akibat dimulainya panen cabai di sentra produksi seperti Tasikmalaya, Cisewu, Sukabumi, Magelang, Muntilan, Wates, Rembang, Kediri, Blitar, dan Banyuwangi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina mengatakan, sejalan dengan turunnya harga cabai di berbagai daerah, berdasarkan hasil pantauan harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati juga menurun.

"Harga cabe turun di kisaran 8,6-50 persen. Penurunan harga cabai yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati tersebut karena pasokan rata-rata minggu pertama Januari 2015 naik dari rata-rata 89 ton/hari menjadi 109 ton/hari," ujar Srie.

Pasokan tertinggi terjadi pada 6 Januari 2015 yang mencapai 109 ton/hari, dan pasokan cabe ke Pasar Induk Kramat Jati diperkirakan akan kembali normal pada akhir Januari atau awal Februari 2015, dengan rata-rata pasokan sebanyak 150-200 ton/hari.

Harga cabai merah besar turun 21,3 persen dari Rp 65.600/kg menjadi Rp 51.600/kg, cabai merah keriting turun 14,5 persen dari Rp 69.600/kg menjadi Rp 59.500/kg, dan cabai rawit merah turun 14,6 persen dari Rp 79.300/kg menjadi Rp 67.700/kg.

Penurunan harga cabe telah terjadi hampir di seluruh daerah, dimana penurunan tertinggi cabai merah besar terjadi di Denpasar dari Rp70.000 menjadi Rp 26.650/kg atau sebesar 61,9 persen dan di Palu dari Rp67.500 menjadi Rp27.000/kg atau 60 persen. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,