SMA 11 Bandung Olah Sampah di Sekolah

SMA 11 Bandung Olah Sampah di Sekolah

Salat satu alat pengolah sampah baik organik dan non organik. (Foto: Ade)

Bandung - Sampah dipandang sesuatu barang yang tidak berguna dalam kehidupan sehari-hari, namun dinilai penting jika diolah dengan bijak.Ternyata sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Kita tengok, apa yang dilakukan oleh para pelajar di SMAN 11 Kota Bandung.

Sekolah yang berpredikat “Sekolah Bersih” di Kota Bandung ini tengah mengembangkan pemanfaatan sampah untuk dijadikan kompos. Yang menarik, program ini sampai pernah mendapat kunjungan dari suatu lembaga lingkungan hidup di Hongkong.

Menurut salah seorang guru Biologi SMAN 11 Kota Bandung Diah Kuswarini, alat yang menunjang program ini sangat sederhana tapi tepat guna. “Perangkatnya disebut komposer mikro organisme dan komposer lubang,” ceritanya pada CikalNews.

Guru Biologi itu juga mengatakan, siswa di sini merasa senang dengan program ini. “Meski dengan fasilitas yang terbatas mereka bisa menunjukkan kreativitasnya. Para siswa di sini bahu-membahu agar sekolahnya asri,"  katanya.

Meski sebetulnya tidak ada aturan baku dalam membuat kompos, ada beberapa langkah sederhana yang harus dilaksanakan untuk mengolah sampah menjadi kompos. Di antaranya mulai dari tahap pencacahan sampah yang dilakukan menggunakan alat sederhana seperti bedog dan gunting, karena belum memiliki alat khusus untuk mencacah sampah.

Sampah yang telah dicacah itu dimasukkan ke dalam komposer dan terproses menjadi kompos selama 1 bulan. “Pengomposan akan berjalan lebih cepat jika dibantu oleh bakteri”, imbuh Diah.

Pengerjaannya akan menghabiskan waktu hanya tiga minggu. Setelah jadi, kompos digunakan sebagai pupuk di lingkungan sekolah untuk penanaman pohon pelindung atau bunga.

Kepada CikalNews Diah mengungkapkan, SMAN 11 Kota Bandung memang telah menyatakan diri sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan bersih. Program pengomposan ini hanya salah satu dari sekian banyak program kebersihan lingkungan yang ada.

Pihak sekolah pun menghapkan perhatian dari pemerintah terkait program ini, agar bisa terus dikembangkan dan menjadi program muatan lokal yang berkualitas dan bermasa depan. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,