KPK Kecewa Hanya Dimanfaatkan Saat Kampanye

KPK Kecewa Hanya Dimanfaatkan Saat Kampanye

Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja.(Foto:Net)

Jakarta - KPK kembali mengingatkan Presiden Jokowi terhadap komitmen memerangi rasuah yang sudah disepakati sebelum menjadi RI-1. 
 
Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja berharap kasus dugaan suap dan gratifikasi membelit calon Kapolri, Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan jangan sampai membuat Jokowi menjadi tidak bisa menentukan sikap dan tetap memaksakan diri melantik jagoannya itu.

Menurut  Adnan selepas menerima kunjungan perwakilan relawan Jokowi dan sejumlah aktivis di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/1) dirinya ingin melihat bukti nyata keteguhan komitmen Jokowi pada kasus Komjen Budi Gunawan. 
 
"Seringkali KPK dijadikan bahan kampanye capres. Semua capres bilang dukung KPK. 'KPK hebat yang harus didukung bersama.' Supaya tidak mengalami hal-hal seperti sebelumnya, Jokowi tanda tangan komitmen," kata Adnan.

Menurut Adnan, poin-poin kesepakatan itu antara lain Jokowi siap menolak dan melaporkan segala gratifikasi, menolak upaya pelemahan KPK, patuh terhadap konvensi, siap mengikuti tes integritas komitmen, serta tidak memberi ruang keluarga mengakses dana ataupun menjalankan nepotisme dan kolusi.

"Ini ditandatangani berarti terikat. Apa persepsi mengenai tanda tangan? Kalau dilanggar bisa lihat akan bagaimana pemerintahan ini," ujar Adnan.

Sementara itu sejawat Adnan, Zulkarnain menyatakan Jokowi menjadi presiden dipilih oleh rakyat dan harus mengemban amanat. Khususnya membangun pemerintahan bersih dan jujur. 
 
"Kalau itu tidak dilakukan, banyak program hancur tidak sesuai yang diharapkan. Tantangan cukup besar dan karenanya dukungan kami perlukan untuk menyelesaikan kasus-kasus ini," kata Zulkarnain. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,