Awas Mafia Atlet Intai Jabar

Awas Mafia Atlet Intai Jabar

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat,Yomanius Untung.(Foto:Net)

Bandung - Komisi V DPRD Jawa Barat mengaku khawatir dengan keberadaan "mafia atlet" seperti jual beli atlet jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang akan dilaksanakan pada September 2016.

"Saya prediksi tidak akan terjadi misi. Misi kita pada PON 2016 yakni 'Jabar Kahiji' karena disinyalir jual beli atlet. Apa yang terjadi, saat kita memupuk atlet, eh malah diajak atau dibeli oleh provinsi lain. Sakitnya tuh di sini," kata Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Yomanius Untung, di Bandung, Kamis (15/1/2015).

Untuk menghindari praktik jual beli atlet jelang PON, kata dia, maka pihaknya melakukan beberapa upaya seperti pembahasan di Pansus Pembentuk Perda Keolahragaan DPRD Jabar.

"Dipansus tersebut sedang mengkaji agar enggak boleh terjadi itu. Sunggupuh sulit," kata politisi dari Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat.

Menurut dia, praktik jual beli atlet bisa dikarenakan beberapa faktor seperti faktor ekonomi atletnya dan permainan di cabang olahraga induknya.

"Motif yang paling jelas mungkin uang, karena bagi wilayah atau daerah yang kaya. Beli atlet dari daerah lain sebesar Rp1 miliar itu hal yang mudah," ujar dia.

Terkait persoalan di atlet, lebih lanjut ia mengatakan juga bisa dikarenakan banyak faktor sepertinya bisa jadi terjadi pemerintahan provinsi tidak memberikan perhatian besar.

"Bahkan bisa jadi pemprov melalui KONI kurang memperhatikan atletnya," katanya. (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:olahraga,