Iwan Abdurahman Hipnotis Penonton Lewat Nyanyiannya

Iwan Abdurahman Hipnotis Penonton Lewat Nyanyiannya

Iwan Abdurahman saat tampil di Padepokan Seni Mayang Sunda Bandung , Jumat (26/9/2014) (Foto : Wa Ode)

Bandung - Penyanyi balada legendaris milik Bandung, Iwan Abdurahman, tampil bersahaja di acara "Lentera di Mayang Sunda", Jl Peta Bandung, Jumat (26/9/2014) malam.

Ratusan pencinta Iwan yang akrab disapa Abah Iwan ini, seperti sudah lama merindukan sosoknya, ikut menyaksikan konsernya. Begitu tampil di atas panggung, Abah, mengenakan baju hitam-hitam seperti khasnya selama ini. Agar sesuai dengan judul acara malam itu, Abah Iwan menyalakan lentera (lampu tembok)di sudut panggung.

Dia lalu berkisah soal gunung, lembah, sungai, tumbuhan,  dan burung-burung. Abah Iwan kemudian mengajak penonton untuk menyimak lagunya dalam "Bunga Putih", "Seribu Mil Lebih Sedepah" atau "Untuk Burung-Burung." Lalu dia mengisahkan kabut yang turun di kaki Gunung Sinabung Sumatra Utara yang kini sudah meletus."Dulu indah sekali gunung itu,  ketika di sana  tahun 70-an justru kabut turun begitu banyak," kata Iwan berbagi.

Begitulah kisah lagu "Sejuta Kabut" yang disambut gempita tepuk tangan. Abah mampu mengajak penonton larut pada nyanyiannya dan kisah lahirnya setiap lagu yang disenandungkan.


Tembang "Lembayung Senja" sungguh romantis, dengan gitar akustiknya. Penyanyi yang dibarengi dengan bertutur ini, meski hanya satu gitar tetapi harmoni musiknya sunggu penuh, jujur dan membahana pada lagu tertentu.

Abah memang menghibur, tiba-tiba dia ganti penampilan dengan membuka bajunya, dan menyanyikan lagu milik Vina Panduwinata "Burung Camar", penonton terkesima. Abah lalu berkisah bagaimana proses lagu itu dan perkenalannya dengan diva pop Indonesia itu (Vina).

Iwan juga banyak    membahas Ariyono sang pencipta lagu. Atau dia berkisah soal lagu"Di Dadaku Ada Kamu" Malam itu Iwan mampu mengusung beberapa lagu yang juga memiliki cerita dan kisahnya setiap nyanyian yang disenandungkan. Abah Iwan memang sang tokoh balada yang selalu mampu menghibur seperti malam itu. (Ode)**

.

Categories:Musik,