Partisipasi Pendidikan Kab. Bandung Baru 57 Persen

Partisipasi Pendidikan Kab. Bandung Baru 57 Persen

ilustrasi. (Net)

Bandung- Tingkat partisipasi masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke SMA/ SMK di Kabupaten Bandung baru mencapai 57%. Selain itu, jumlah SMA/SMK pun belum sebanding dengan jumlah SD dan SMP yang ada.

"Selain faktor belum sebanding jumlah sekolah terutama di daerah yang jauh dari perkotaan. Faktor kultur seperti dukungan orang tua dan lingkungan yang rendah," kata Kepala Seksi Kurikulum SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung, Junjun Jumat (16/12015/) melalui ponselnya.

Saat ini, kata Junjun, jumlah SMA sebanyak 108 unit, sedangkan SMK sebanyak 120 unit. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah SMP dan MTS. Contohnya, kata dia, peserta Ujian Nasional (UN) SMP,MTS sekitar 45 ribu siswa. Sedangkan jumlah peserta ujian nasional SMA/SMK itu sekitar 22 ribu siswa.

"Sedangkan siswa yang melanjutkan ke Kota Bandung dan sekitar Kabupaten Bandung pun rasanya tidak terlalu tinggi. Paling dibawah 5%, apalagi Kota Bandung ada proteksi penerimaan siswa dari luar," ujarnya.

Idealnya, kata dia jumlah sekolah SMA/SMK  minimalnya sebanding dengan jumlah kecamatan yakni 31. Atau paling tidak diperbanyak di daerah-daerah pinggiran seperti Kecamatan Kertasari, Ibun, Rancabali dan lainnya. Karena selama ini memang lebih terfokus di daerah perkotaan.

"Ini tengah kami lakukan secara bertahap. Seperti yang sudah dibangun adalah SMK 1 Rancabali dan Nagreg. Mudah-mudahan saja bisa terus ditambah lagi," katanya.

Upaya lainnya, kata dia, yakni dengan terus melakukan pemahaman kepada masyarakat. Betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anak dan juga menentukan kemajuan bangsa. Upaya lain yang tak kalah penting, yakni dengan membebaskan biaya pendidikan.

"Di Kabupaten Bandung biaya pendidikan SMA/SMK sudah mulai digratiskan. Bahkan untuk siswa tidak mampu ada juga bantuan biaya personal. Seperti untuk transportasi,seragam buku dan lainnya," ujarnya.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,