Ruang Menyusui dan Toilet Wanita Jadi Perhatian

Ruang Menyusui dan Toilet Wanita Jadi Perhatian

Gubernur Jabar Aher (ADE)

Bandung – Pemprov Jawa Barat bekerjasama dengan BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) berkeinginan untuk terus menambah ruang laktasi (ruang menyusui) terutama di lingkungan perkantoran dan tempat umum. Di era modern ini, banyak wanita yang mempunyai anak batita namun mesti tetap bekerja, ruang laktasi ini sangat diperlukan bagi kaum ibu untuk menyusui anaknya baik di kawasan perkantoran atau juga pusat perbelanjaan.

 

Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, agar keberadaan ruang laktasi bisa terus berkembang di segala tempat, maka syarat mengajukan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) harus dicantumkan juga ruang laktasi atau ruang ibu menyusui.

 

“Kota Bandung akan kita jadikan pelopor, agar jumlah ruang laktasi terus bertambah. Jadi jika ada yang mengajukan IMB maka syaratnya harus membuat ruang laktasi juga,” ucap Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Jumat (16/01/2015).

 

Ruang laktasi perlu ada diperkantoran yaitu, untuk menjaga seorang ibu agar bisa tetap menyusui anaknya.

 

“Saat ini banyak wanita karier harus bekerja meski sedang menyusui, ruang laktasi bisa membantu para ibu saat istirahat bekerja untuk menyusui anaknya. Jadi ini sangat perlu ada di setiap komplek perkantoran baik pemerintah atau swasat,” seru Aher panggilan akrab Ahmad Heryawan.

 

Selain ruang laktasi, Pemprov Jawa Barat juga berkeinginan membuat toilet wanita agar lebih banyak lagi di banding toilet pria.

 

“Toilet wanita itu umumnya sedikit, dan bikin penggunanya mengantri, ke depan toilet wanita harus lebih banyak dari toilet pria. 30 persen wanita pasti menstruasi dalam setiap harinya, jadi perlu banyak toilet wanita untuk mencegah antrian,” cetus Aher. (Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:aher,