Tangisan di Sela Perayaan Puncak HJKB Ke-204

Tangisan di Sela Perayaan Puncak HJKB Ke-204

Aksi Anak Jalanan. (Foto: Net)

Bandung – Di saat semua perhatian warga Bandung tertuju pada puncak perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-204, ada segelintir anak jalanan yang tergabung dalam Komunitas Pengamen Jalanan Bandung (KPJB) menggelar aksi yang ditujukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Sabtu (27/09/2014).

Anak-anak ini mengeluhkan nasib mereka yang selama ini seolah tidak diperhatikan. Malah terkesan dijadikan kabing hitam untuk menaikkan citra segelintir orang dalam instansi pemerintahan.

“Kami jadi pengamen karena terpaksa. Orang tua kami tidak mampu, malah tidak sedikit dari kami yang tidak memiliki orang tua atau saudara. Tapi kenapa selama ini malah kami dianggap mengganggu,” terang Aziz, salah seorang anak jalanan di sela aksi yang digelar di Jalan Ir. H. Djuanda, Bandung.

Aziz juga menerangkan, selama ini dia merasa haknya telah diambil paksa, dan apa yang dilakukan Pemkot Bandung saat ini dianggap bukan solusi, malah semakin menambah penderitaan mereka.

“Kalo kami terjaring razia, kami malah disuruh-suruh sama bapak-bapak berseragam. Sudah tidak bisa merasakan sekolah, bermain seperti anak-anak seusia kami lainnya, saat kami berusaha mencari uang untuk hidup juga masih dikejar-kejar sama bapak-bapak berseragam itu,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Pantaskah kita bergembira, tertawa, bersenang-senang merayakan HJKB ke-204, sementara di luar sana masih banyak anak-anak yang seharusnya tertawa bahagia tanpa beban justru malah menangis dan dihantui rasa takut? (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,