Isak Tangis Iringi Pemakaman Rani di Ciranjang

Isak Tangis Iringi Pemakaman Rani di Ciranjang

Kedatangan Jenazah Rani, disambut isak tangis keluarga.(Foto:Net)

Cianjur -  Terpidana mati kasus narkoba Rani Adriani (40), akhirnya dimakamkan di pemakaman keluarga di RT 01/08 Kampung Ciranjang, Desa Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat. Prosesi pemakaman berlangsung selama 15 menit diiringi isak tangis sanak keluarga, yang ikut mengiringinya dari surau Haji Syarif hingga liang pemakaman.
Proses pemakaman yang berlangsung  Minggu (18/1) sekitar pukul 11.30 WIB itu, mengundang perhatian warga sekitar. Ratusan warga sekitar berkumpul hingga mengelilingi kompleks makam pribadi yang luasnya hanya puluhan meter ini.
Seusai disalatkan, jenazah langsung dibawa ke pemakaman diiringi kumandang azan. Cuaca di sekitar lokasi pemakaman juga tampak mendung. "Wajahnya tenang, bersih. Dia sudah soleha," ungkap salah seorang keluarga.

Sebelumnya, keluarga Rani Adriani, terpidana mati dalam kasus narkoba menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada masyarakat Indonesia. Dia mengakui, tindakan Rani mengikuti jejak Ola merupakan perbuatan yang salah, apalagi kasus yang dihadapinya sulit mendapatkan kata maaf.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, sampai tetangga pun kami lakukan. Kami juga memohon maaf kepada warga Cianjur," ujar sepupu Rani, Yuki di kediaman keluarga Rani, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat.

Meski begitu, Yuki meyakini Rani hanya korban akibat perbuatan Ola, sahabatnya, hingga harus menjalani eksekusi mati. Sebab Ola yang merupakan gembong sebenarnya malah sempat menerima grasi dari presiden, sedangkan Rani ditolak. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:narkoba,