Bishop, Eksekusi Mati Kasus Narkoba Bukan Solusi

Bishop, Eksekusi Mati Kasus Narkoba Bukan Solusi

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop.(Foto:Net)

Sydney -  Dua diantara penyelundup barang haram asal Australia yang dikenal dengan 'Bali Nine' masuk daftar terpidana mati kasus narkoba yang akan dieksekusi mati dalam waktu dekat.
Seperti dikutip BBC, Senin (19/1/2015) Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, divonis hukuman mati  pada tahun 2006, karena dianggap sebagai anggota komplotan pengedar narkoba. "Hukuman mati 2 penyelundup narkoba Australia di Indonesia tidak akan memecahkan masalah narkoba di negara itu," ucap Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop.
"Saya tidak percaya, eksekusi mati itu adalah solusi atau jawaban untuk memecahkan masalah narkoba, serta perdagangan obat-obatan terlarang dari dan keluar Indonesia," tambah Bishop.

"Namun, ini adalah hukum Indonesia, dan itu menjadi pengingat, kasus narkoba berakibat hukuman yang sangat berat di beberapa negara, khususnya di Indonesia," jelas Bishop.
Sejauh ini, pemerintah Australia berusaha keras agar kedua warga negaranya tak dijatuhi hukuman mati. "Australia akan terus berupaya membantu terpidana narkoba 'Bali Nine' Myuran Sukumaran dan Andrew Chan," tambah Bishop, setelah eksekusi enam orang terkait kasus narkoba pada hari Minggu 18 Januari 2014.
Lima dari enam orang yang dieksekusi mati di Indonesia adalah warga negara asing dari Brasil, Belanda, Malawi, Nigeria, dan Vietnam. Hukuman tersebut membuat Brasil dan Belanda menarik duta dari Indonesia sebagai protes, karena Presiden Joko Widodo tidak memberikan grasi kepada salah satu penyelundup narkoba tersebut.

Dalam upaya membantu Sukumaran dan Chan, Bishop pun menyatakan Australia akan terus menunjukkan kepada pemerintah Indonesia, terpidana mati itu telah berusaha keras berbuat baik selama di tahanan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:narkoba,