Kemenag : Jangan Ada Lagi Warga Indonesia Berhaji Secara Ilegal

Kemenag : Jangan Ada Lagi Warga Indonesia Berhaji Secara Ilegal

Jemaah Haji Indonesia berdesakan menaiki bus dari pemondokan ke Masjidil Haram. (Foto Ilustrasi: Net)

Mekah – Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin merasa prihatin terkait masih adanya modus-modus pemberangkatan jemaah haji non kuota yang bermasalah. Seperti diketahui, sejumlah jemaah haji Indonesia yang berangkat denga visa dari negara lain sempat bermasalah di Bandara King Abdul Aziz Jeddah beberapa waktu lalu.

Sebab itu, demikian ditegaskan Amirul Haj ini di sela-sela mengunjungi pemondokan jemaah haji Indonesia di Mekah, Sabtu (27/09/2014), kondisi ini harus benar-benar dicermati, dan dia berharap ke depan tidak ada jemaah haji asal Indonesia yang berhaji secara ilegal.

"Karena itu kita mendalami betul visa-visa non kuota ini. Jangan sampai visa seperti ini diperjualbelikan pihak yang tidakbertanggungjawab," kata Menag sambil menyebutkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kedubes Arab Saudi di Indonesia agar menginformasikan pemberian visa haji non kuota ke Kemenag.

Ia mengatakan, sejatinya memang pemerintah Arab Saudi punya otoritas memberikan undangan, namun Kemenag berharap diinformasikan untuk menghindari jual-beli kuota. Sebab itu, dia menyayangkan sejumlah jemaah haji menggunakan visa dari negara lain untuk berhaji.

Seperti diketahui, jemaah haji non kuota terus berdatangan ke Tanah Suci. Sebanyak 26 jemaah haji Indonesia yang berhaji di luar jalur resmi Kemenag sempat tertahan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Jemaah haji non kuota tersebut sempat tertahan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah sejak pukul 19.00 waktu Arab Saudi, Kamis (25/09/2014). Namun para jamaah yang membayar mahal tanpa jaminan akomodasi dan kesehatan itu akhirnya diberangkatkan ke Mekah lima jam kemudian bersama 15 jemaah lain yang mendapat visa haji dari Thailand. (AY)

.

Categories:Nasional,