Berburu Batu Bacan di Jalan Pungkur

Berburu Batu Bacan di Jalan Pungkur

ilustrasi. (Net)

Bandung - Salah satu tempat yang bisa didatangi oleh para penggemar batu bacan atau akik di Kota Bandung, Jawa Barat, adalah di Jalan Pungkur dekat Terminal Kebon Kalapa.

Penggemar batu bacan bisa menjumpai puluhan pedagang batu bacan di sepanjang trotoar Jalan Pungkur, yakni dari Terminal Kebon Kalapa hingga perempatan Jalan Otto Iskandar Dinata Kota Bandung.

Para penjual batu bacan di Jalan Pungkur tersebut tidak hanya menjual batu bacan dalam bentuk jadi namun juga dalam bentuk bongkahan material batunya dan tukang/pengrajinnya.

Salah seorang pedagang batu bacan di Jalan Pungkur, Rudi, Senin (19/1/2015), mengatakan dirinya mulai berjualan di lokasi tersebut sejak akhir tahun 2013.

"Awalnya bapak pindah-pindah jualannya. Kadang di Jalan Pajagalan, kadang di Astana Anyar. Dan terakhir di sini," kata Rudi.

Menurut dia, berjualan batu bacan di Jalan Pungkur jauh lebih ramai dibandingkan dengan berjualan di tempat lain.

"Mungkin karena lokasi strategis jadi banyak orang yang datang ke Pungkur," kata dia.

Ia mengatakan, keuntungan yang diraihnya dari usaha tersebut cukup besar yakni jika sedang ramai pembeli dalam satu harinya bisa mencapai Rp1 hingga 2 juta.

"Alhamdulilah kalau omzetnya. Kalau lagi ramai lumayan lah. Beda lah sama di tempat jualan bapak dulu," kata Rudi yang tercatat sebagai warga Jalan Pungkur Kota Bandung.

Untuk harga batu bacan yang ditawarkan di tempatnya beragam mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah.

"Ada juga harga satu batu bacan jenis pancawarna yang bisa mencapai Rp2,5 juta," kata Rudi.

Pedagang batu bacan lainnya yakni Yadi mengatakan banyaknya peminat batu akik di Jalan Pungkur membuat dirinya harus mencari stok barang hingga keluar kota.

"Biasanya saya mencari stok ke daerah Garut, Sukabumi dan Banten, kadang suka ada teman yang dari Bengkulu ngasih stok ke saya," kata dia.

Selain batu bacan, lanjut dia, jenis batuan lainnya yang mayoritas diburu kaum hawa ini adalah batu akik, amber, pancawarna, permata dan giok.

Sementara itu, salah seorang penggemar batu bacan Firmansyah menuturkan batu bacan yang dijual di Jalan Pungkur tersebut cukup lengkap.

"Saya kemarin beli batu bacan asal Maluku dan Batu Pancawarna asal Bungbulang Garut. Pokoknya lumayan lengkap lah, dan untuk harganya juga relatif yah," kata dia.

Meskipun meraih untung yang besar, Rudi dan Yadi berharap Pemerintah Kota Bandung membantu mereka dalam hal tempat berdagang yang layak, dalam artian tidak seperti sekarang mereka harus berjualan dipinggir jalan/trotoar.

"Ya mudah-mudahan pemerintah mau bantu saya dan teman-teman lainnya di sini buat menyediakan tempat berjualan yang layak lah," kata Rudi. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,