Tak Ada Laporan Kekurangan Pupuk

Tak Ada Laporan Kekurangan Pupuk

ilustrasi. (Net)

Garut  - Direktur Komersil Pupuk Kujang Illiana Arifiandi mengatakan hasil pertemuannya dengan kelompok tani di Kabupaten Sumedang dan Garut, Jabar, tidak ada laporan dari petani tentang kekurangan pupuk di wilayahnya.

"Tadi di Sumedang dan Garut tidak ada laporan dari petani soal kekurangan (pupuk), sepanjang ini tidak ada kelangkaan," kata Illiana saat menggelar pertemuan dengan kelompok petani di Kabupaten Garut, Senin (19/1/2015).

Ia menjelaskan, PT Pupuk Kujang selalu siap menyalurkan pupuk jika disuatu daerah membutuhkan pupuk untuk kebutuhan bertaninya.

"Jadi ini (tidak ada kelangkaan) merupakan respon operator yang langsung menyalurkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk," katanya.

Menurut dia, jika terjadi kelangkaan, biasanya karena petani memajukan musim tanam, sementara alokasi yang tersedia tidak cukup.

"Sekarang kelangkaan gak mungkin, karena kita selalu ada stok pupuk di gudang kita," katanya.

Ia menyebutkan, Pupuk Kujang sudah menyiapkan stok pupuk urea sebesar 60.000 ton yang sudah disebar seluruh gudang lini III di Jabar.

Khusus wilayah Kabupaten Sumedang stok yang tersedia di Gudang lini III sebanyak 1.500 ton urea, stok yang ada sudah mencukupi untuk 2 sampai 3 pekan kedepan, kemudian Kabupaten Garut tersedia di gudang lini III sebanyak 2.500 ton urea atau sudah melebihi ketentuan stok minimal sebesar 2.300 ton.

"Jadi pupuk dengan stok sekarang ini di setiap gudang sudha tersedia aman," katanya.

PT Pupuk Kujang menggelar pertemuan dengan kelompok tani dan kios pupuk di wilayah Jabar untuk mengevaluasi pelaksanaan penyaluran dan berbagai persoalan pupuk bersubsidi ditingkat petani dan kios.

PT Pupuk Kujang membagi dua tim dalam agenda kegiatan pertemuan itu melingkupi wilayah Kabupaten Cianjur, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:ekonomi,