Wabup Cirebon Tersangka Korupsi Dana Bansos

Wabup Cirebon Tersangka Korupsi Dana Bansos

ilustrasi. (Net)

Cirebon -  Wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2009, 2010, 2011 dan 2012. Diperkirakan, negara merugi hingga Rp 1,8 miliar dari total anggaran Rp 120 miliar.

"Satgassus Kejagung menetapkan Wabup Cirebon TS sebagai tersangka tipikor dana bansos dan belanja hibah Kabupaten Cirebon tahun 2009-2012, yang merugikan negara Rp 1,8 miliar," tulis akun twitter @Puspenkum Kejagung RI, Senin (19/1) malam. 

Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon menyelidiki kasus dugaan korupsi massal bansos itu sejak November 2014. Saat itu, Kejari memanggil sekitar 260 saksi yang diduga menerima dana bansos. Salah satu tokoh yang dipanggil istri Tasiya bernama Darini. Darini mendapatkan dana bansos saat suaminya menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Cirebon.

Ada juga Kabag Keuangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Tambak M Soleh, Asisten Daerah Umum Setda Kabupaten Cirebon, Wawan Setiawan, anggota DPRD Agus Kurniawan dari Fraksi PDI Perjuangan, Fuad dari Fraksi PKB, dan Emon Purnomo, wakil sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon. Selain itu, Kasi PNFI Disdik Kabupaten Cirebon, Kusmayadi.

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Dedie Triharyadi pun pernah mengatakan, pihaknya menemukan unsur pidana korupsi dalam kasus pencairan dana bansos. Penyelidikan dilakukan terhadap dugaan penyelewengan dana Bansos tahun anggaran 2009, 2010, 2011 dan 2012 senilai Rp 120 miliar. "Modusnya sendiri tergolong konvensional," katanya.

Menurutnya, calon penerima mengajukan proposal untuk mendapat dana bantuan. Setelah disetujui, dana pun cair melalui bank. Penerima lalu mengambil uang, namun di bank itu sudah menunggu orang-orang tertentu yang kemudian mengambil uangnya. Ada kemungkinan penerima dana bansos tidak mendapatkan uang sesuai dengan yang mereka tandatangani. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:hukum,