BNNK Cianjur Tak Segan Rekomendasikan Hukuman Mati

BNNK Cianjur Tak Segan Rekomendasikan Hukuman Mati

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik. (net)

Cianjur - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, Jabar, tidak akan segan untuk merekomendasikan hukuman mati bagi pengedar narkotika, terlebih pengedar tersebut merupakan jaringan internasional, namun rekomendasi tersebut akan sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik, di Cianjur, Senin (19/1/2015), mengatakan seperti halnya terpidana mati Rani Andriani alias Melisa Aprilia yang tersandung kasus narkotika jaringan internaional itu, divonis hukuman mati oleh PN Tangerang atas perbuatannya mengedarkan narkoba jenis heroin.

"Kami juga tidak segan memberikan rekomendasi hukuman mati atau hukuman seberat-beratnya kalau ada kasus yang sama ditemukan di Cianjur. Namun semua pasti sesuai dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika," katanya.

Namun, tambah dia, untuk mempersempit jaringan narkotika di Cianjur, BNNK Cianjur telah melakukan sosialisasi agar warga sadar dan menjauhi narkoba, termasuk pencegahan mulai dari tingkat sekolah, pegawai swata, hingga lingkungan pemerintah telah pula dilakukan.

"Dalam sosialisasi itu juga disampaikan dampak penggunaan narkotika dan hukumannya. Jika mereka sudah mengetahui setidaknya bisa menjauhi yang namanya narkoba. Hal tersebut kami lakukan mulai dari tingkat pelajar hingga pejabat dilingkungan Pemkab Cianjur," katanya.

Sedangkan terkait pengajuan grasi bagi terpidana mati merupakan hak rakyat dan dikabulkan oleh presiden, sehingga masalah grasi BNNK tidak bisa ikut campur. "Presiden dalam menolak grasi seperti yang terjadi pada terpidana mati Rani merupakan langkah baik untuk memberantas narkotika di Indonesia," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:jabar,