Pasar Saham Eropa Ditutup Lebih Tinggi

Pasar Saham Eropa Ditutup Lebih Tinggi

Ilustrasi.(Foto:Net)

London - Pasar-pasar saham utama Eropa ditutup lebih tinggi pada Selasa (20/1/2015) WIB, awal minggu penting untuk kawasan, karena Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah stimulus baru dan Yunani menggelar pemilu sela.
 
Di London, indeks acuan FTSE 100 naik 0,54 persen menjadi mengakhiri hari pada 6.585,53 poin dibandingkan dengan penutupan Jumat (16/1).
 
Indeks DAX 30 di Frankfurt naik 0,73 persen mendekati rekor tertinggi di 10.242,35 poin, sementara indeks CAC 40 di Paris naik 0,35 persen menjadi 4.394,93 poin.
 
"Pasar saham Eropa mengawali pekan perdagangan baru di wilayah positif dengan melihat beberapa awal tindak lanjut pembelian setelah kenaikan tajam Jumat lalu," kata Markus Huber, analis senior di perusahaan pialang Peregrine & Black.
 
"Peningkatan optimisme bahwa ECB akhirnya akan mengumumkan QE (stimulus) selama pertemuan bulanan mereka pada pekan ini terus mendorong investor memasuki pasar saham. Ditambah dengan euro yang lemah dikombinasikan dengan harga minyak rendah memicu harapan bahwa pemulihan untuk zona euro tidak jauh." Indeks saham telah reli pada Jumat karena sinyal baru bahwa Bank Sentral Eropa akan meluncurkan program stimulus pembelian obligasi minggu ini, berita yang telah menekan euro.
 
Tingkat inflasi rendah yang kronis di seluruh blok mata uang tunggal telah memicu kekhawatiran kawasan itu bisa tergelincir ke dalam deflasi -- sebuah penurunan harga yang berkelanjutan dan meluas. Inggris, yang bukan bagian dari zona euro, juga berisiko jatuh ke dalam deflasi pada tahun ini.
 
Sementara penurunan harga mungkin terdengar baik bagi konsumen, deflasi dapat memicu spiral kerusakan di mana dunia usaha dan rumah tangga menunda pembelian, memperlambat permintaan dan menyebabkan perusahaan memberhentikan para pekerjanya.
 
Kekhawatiran tersebut telah memicu spekulasi bahwa ECB bisa meluncurkan program pembelian obligasi negara yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif atau QE saat menggelar pertemuan kebijakan pertama tahun ini pada Kamis (22/1).
 
Harapan itu menekan biaya pinjaman, dengan suku bunga obligasi 10-tahun Spanyol dan Italia mencapai rekor terendah pada Senin. Imbal hasil surat utang Spanyol turun menjadi 1,470 persen sebelum berbalik naik menjadi ditutup pada 1,513 persen, dan Italia ditutup pada 1,664 persen setelah mencapai terendah 1,619 persen.
 
Euro pulih setelah mencapai terendah 11 tahun terhadap dolar pada Jumat.
 
Pada 17.00 GMT Senin, mata uang tunggal Eropa dibeli 1,1630 dolar dibandingkan dengan 1,1566 dolar pada Jumat sore di New York.
 
Pada satu titik menjelang akhir pekan lalu, mata uang tunggal sempat jatuh ke 1,1460 dolar -- pertama kalinya diperdagangkan di bawah 1,15 dolar sejak November 2003.
 
Fokus pada ECB "Acara utama minggu ini adalah pertemuan kebijakan dan konferensi pers ECB pada Kamis," kata Neil MacKinnon, ekonom di kelompok keuangan VTB Capital.
 
"Pasar mengharapkan ECB mengumumkan program QE dari berapapun hingga 600 miliar euro (696 miliar dolar AS) yang terdiri dari pembelian pobligasi emerintah zona euro." Saham-saham menguat karena pelemahan euro mendorong saham-saham di perusahaan yang bergantung pada ekspor. Mata uang tunggal sedang merasakan kekuatan harapan stimulus ECB karena langkah itu mengurangi prospek suku bunga zona euro lebih tinggi dalam waktu dekat.
 
Juga berada di radar minggu ini adalah pemilihan umum sela di Yunani pada Minggu (25/1).
 
Pemilu telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kemenangan oleh partai sayap kiri Syriza akan memaksa anggota zona euro Yunani untuk menegosiasikan kembali dana talangan (bailout) dengan pemberi pinjaman internasional.
 
Sementara itu euro telah terpukul juga oleh melonjaknya franc Swiss. Franc telah melonjak sekitar 20 persen terhadap euro sejak bank sentral Swiss mengejutkan pasar pada Kamis (15/1) dengan keputusan mennghapus kurs minimum 1,20 franc terhadap mata uang bersama Eropa.
 
Swiss National Bank telah sejak September 2011 mempertahankan nilai tukarnya dalam upaya untuk melindungi ekspor penting negara itu, termasuk dengan membeli mata uang asing dalam jumlah besar.
 
Indeks saham utama Swiss ditutup naik 3,21 persen pada Senin, setelah terjun 14 persen pekan lalu menyusul keputusan mengejutkan bank sentral menghentikan upaya selama tiga tahun untuk menekan nilai franc.
 
Wall Street ditutup pada Senin karena hari libur nasional AS. (AY)
.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,