Jokowi Rangsang Masyarakat Gugat UU Pilkada

Jokowi Rangsang Masyarakat Gugat UU Pilkada

Seorang relawan Pro Jokowi (Projo) Sumut membubuhkan tanda tangan ketika melakukan aksi tolak RUU Pilkada, di depan halaman gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (25/9). Mereka menolak mekanisme Pilkada tidak langsung karena dianggap menghilangkan hak politik m

Denpasar - Seluruh elemen masyarakat agar menggugat hasil keputusan rapat paripurna RUU Pilkada melalui DPRD ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Saya mendorong masyarakat untuk menggugat RUU Pilkada melalui DPRD, karena yang dirugikan adalah rakyat," kata Presiden terpilih Joko Widodo seusai melakukan pertemuan dengan aktivis 98 di Denpasar, Sabtu (27/9/2014). 

Dia menilai, pilkada langsung itu sangat baik karena kedaulatan ada di tangan rakyat. "Bayangkan  kalau tidak ada pilkada langsung, saya tidak mungkin jadi wali kota, gubernur, dan presiden," ujarnya. 

Mantan Wali Kota Solo itu yakin, rakyat lebih cenderung melakukan pilkada Langsung daripada pilkada melalui DPRD. "Mari kita tunggu hasil keputusan MK (Mahkamah Konstitusi)," tegasnya. 


Sementara itu, Sekjen aktivis 98 Adian Napitupulu  juga ikut mendorong masyarakat untuk menggugat RUU Pilkada melalui DPRD dan menunggu hasil keputusan MK. "Jika hasil keputusan MK tidak memihak rakyat (tetap pilkada melalui DPRD) maka kami akan melakukan aksi," ujarnya. 

Tanggapannya itu mendapat sambutan dan dukungan dari sejumlah aktivis yang hadir dalam pertemuan tersebut. Ditegaskan, acara Konsolidasi Nasional Aktivis 98 bukan pertemuan partai, tetapi pertemuan untuk membahas langkah-langkah strategis aktivis tersebut dalam lima tahun ke depan. 

Sejumlah ormas di beberapa provinsi di Indonesia telah melakukan aksi menolak pembahasan RUU Pilkada melalui DPRD karena dianggap tidak mewakili kepentingan masyarakat kecil. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,