Banjir Citarum Akibat Resapan Air Sangat Kecil

Banjir Citarum Akibat Resapan Air Sangat Kecil

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. (Foto : ADE)

Bandung – Banjir yang terjadi karena luapan Sungai Citarum yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung, disebabkan karena resapan air di sana sangat kecil. Resapan yang mampu menampung air di sekitar Sungai Citarum hanya mencapai 8 persen.
 
Menurut Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, jika resepan air di Sungai Citarum sudah mencapai angka 20 persen, maka kemungkinan terjadinya banjir sangat kecil.
 
“Saat ini Sungai Citarum dan lingkungan sekitarnya hanya mampu menyerap air sekitar 8 persen, itulah kenapa banjir selalu terjadi saat musim hujan,” jelas Ahmad Heryawan dalam acara Pengukuhan Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu Provinsi Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Selasa (20/01/2015).
 
Ahmad Heryawan melanjutkan, seharusnya aliran air yang mencapai 20 persen itu dialiri secara perlahan, namun kenyataanya semua air mengalir tanpa bisa diserap sehingga menyebabkan banjir.
 
“Kurangnya penyerapan air menyebabkan meluber banjir kemana-mana, jika penyerapan berjalan baik, banjir tidak akan terjadi dan kekeringan saat musim kemarau pun bisa dicegah, karena simpanan air tanah banyak,” lanjutnya.
 
Jawa Barat termasuk provinsi yang paling subur dan banyak memiliki air tanah atau air tawar, karena provinsi ini terbilang provinsi paling tinggi curah hujannya se-Indonesia, apalagi di daerah Bogor, yang terbilang paling tinggi curah hujannya di Jawa Barat. "Jika kita pandai memanfaatkan penyerapan air dan memperbanyak lahan terbuka hijau, maka bencana banjir saat musim hujan dan masalah kekeringan saat musim kemarau bisa teratasi," katanya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,