Djokovic dan Wawrinka Melaju

Djokovic dan Wawrinka Melaju

Ilustrasi Foto(Net)

Melbourne- Petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic dan juara bertahan Stan Wawrinka tidak memperlihatkan belas kasih untuk melaju ke putaran kedua Australia Terbuka, Selasa (20/1/2015), ketika petenis "kuda hitam" Victoria Azarenka memenangi pertandingannya dengan susah payah.
 
Unggulan kelima asal Jepang Kei Nishikori dan unggulan keempat kategori putri Petra Kvitova juga masih berada di jalur kemenangan, di mana juara Grand Slam sebanyak 18 kali Serena Williams membuka penampilannya di Melbourne Park, Selasa malam (20/1/2015).
 
Unggulan teratas asal Serbia Djokovic, yang mengincar gelar Australia kelimanya, mendapat lawan yang mudah dalam diri Aljaz Bedene asal Slovenia untuk meraih kemenangan 6-3, 6-2.
 
"Untuk penampilan pada putaran pertama itu begitu bagus, tentu saja saya masih perlu memperbaiki beberapa hal, saya masih mengembangkan permainan saya," kata Djokovic, yang kalah dari Wawrinka pada perempat final tahun lalu.
 
Unggulan keempat asal Swiss itu melaju untuk mengejutkan Rafael Nadal dan memenangi Grand Slam perdananya, dan ia bertekad mengulang aksi heroik itu lagi tahun ini.
 
Ia membuka perjuangannya untuk mempertahankan gelar juara dengan start solid melalui kemenangan 6-1, 6-4, 6-2 atas petenis Turki Marsel Ilhan, yang hanya dapat menawarkan sedikit masalah.
 
"Rasanya hebat untuk kembali ke Rod Laver Arena, itu membawa begitu banyak kenangan dari tahun lalu," ucapnya.
 
"Itu merupakan dua pekan yang mengagumkan pada tehun lalu, maka rasanya menyenangkan untuk kembali ke sini dan saya senang dengan permainan saya secara umum, dan saya gembira dapat memulainya lagi." "Saya dapat merasa bahwa saya mendapat banyak dukungan di sini," tuturnya. "Namun ini baru satu pertandingan, sekarang saya perlu bersiap untuk pertandingan selanjutnya." Roger Federer, Nadal, dan Maria Sharapova bermain pada Senin, dan ketiganya melaju dengan tanpa kesulitan.
 
Nishikori, yang kalah dari Marin Cilic di final AS Terbuka tahun lalu dan diprediksi akan menjadi juara pada masa yang akan datang, memperlihatkan keberaniannya untuk menaklukkan Nicolas Almagro dengan skor 6-4, 7-6 (7/1), 6-2.
 
Petenis Spanyol itu merupakan mantan petenis peringkat sembilan dunia, dan bintang Jepang tersebut mengatakan ini adalah latihan yang bagus.
 
"Tentu saja, ini benar-benar berat, pertandingan pertama yang berat. Ia dapat menjadi pemain unggulan, dan saya tahu ia sedang cedera, namun ini tetap merupakan pertandingan yang berat," ucapnya.
 
Pertandingan ulang yang menarik Azarenka merupakan juara Australia Terbuka sebanyak dua kali, namun ia memasuki turnamen ini dengan menduduki peringkat ke-44 dunia setelah menjalani 2014 yang diwarnai cedera dan perjuangan melawan depresi.
 
Namun ia memperlihatkan mengapa ia dinilai sebagai salah satu petenis non unggulan paling berbahaya ketika ia menaklukkan petenis AS Sloane Stephens dengan skor 6-3, 6-2 untuk memainkan pertandingan putaran kedua yang menarik melawan unggulan kedelapan Caroline Wozniacki.
 
Azarenka dan Stephens memiliki sejarah, di mana mantan petenis peringkat satu dunia asal Belarus itu secara kontroversial mengalahkannya di semifinal 2013 dengan bantuan perpanjangan "medical timeout," yang memicu kemarahan para penggemar.
 
Ia tidak memerlukan taktik-taktik pada Selasa, yang menyiratkan hanya sedikit keraguan bahwa ia menginginkan gelar Grand Slam ketiga di Melbourne setelah berhasil berjaya pada 2012 dan 2013.
 
"Anda harus memenangi tujuh pertandingan untuk memenangi gelar dan ini merupakan putaran pertama yang hebat bagi saya untuk benar-benar menguji permainan saya," kata petenis 25 tahun itu.
 
"Saya gembira dengan apa yang saya lakukan... Sloane merupakan lawan yang sulit yang memiliki senjata-senjata besar, maka saya berusaha untuk tetap agresif dan mengambil setiap kesempatan dan mengendalikan permainan. Saya benar-benar harus fokus dan tenang." Petenis Denmark Wozniacki, mantan petenis peringkat satu dunia laijnya, mendapat tugas yang lebih sulit dengan menghadapi petenis belia AS Taylor Tonsend, yang membuatnya bekerja keras untuk meraih kemenangan 7-6 (7/1), 6-2.
 
Kvitova, dua kali juara Wimbledon, menang "straight set" atas petenis kualifikasi asal Belanda Richel Hogenkamp, namun mengakui rasa gugup mempengaruhi permainannya.
 
Unggulan-unggulan lain yang melaju termasuk Dominika Cibulkova, yang kalah pada final tahun lalu dari Li Na yang sekarang telah pensiun, dan unggulan kedelapan kategori putra Milos Raonic. (AY)
.

Categories:Olahraga,
Tags:olahraga,