Jepang Melaju ke Perempat Final Piala Asia

Jepang Melaju ke Perempat Final Piala Asia

Ilustrasi.(Foto:Net)

Melbourne - Keisuke Honda dan Shinji Kagawa mencetak gol untuk membawa Jepang menang 2-0 atas Jordania pada Selasa (20/1/2015), yang membuat sang juara bertahan melaju ke perempat final Piala Asia.
 
Honda menyambar bola pantul pada menit ke-24 setelah sepakan Shinji Okazaki dapat ditahan kiper Amer Shafi, untuk menyarangkan gol ketiganya dalam tiga pertandingan dan membawa Samurai Biru melaju sebagai juara Grup D.
 
Kagawa, yang pada sebagian besar jalannya pertandingan bermain kurang efektif, mencetak gol kedua dari jarak dekat delapan menit sebelum pertandingan usai, untuk menutup kemenangan beruntun ketiga Jepang. Mereka melaju untuk menghadapi Uni Emirat Arab di delapan besar, sedangkan Jordania tersingkir.
 
"Ini merupakan pertandingan yang sengit," kata pelatih Jepang Javier Aguirre kepada para pewarta. "Kami harus memberikan upaya maksimal namun kami layak menang. Sekarang semuanya kembali dimulai dari nol. Kedelapan tim di perempat final memiliki peluang yang sama untuk memenangi turnamen." Honda merupakan jantung permainan timnya sepanjang pertandingan, yang disaksikan 25.000 penonton di Melbourne termasuk bintang tenis Jepang Kei Nishikori, yang sedang berkompetisi di Australia Terbuka.
 
Tidak lama setelah membawa Jepang memimpin, Honda melepaskan tendangan sudut yang ditanduk bek Masato Morishige untuk memaksa kiper Shafi melakukan penyelamatan akrobatik.
 
Jepang kembali mencetak gol sepuluh menit kemudian, namun sepakan voli Takashi Inui dianulir setelah Okazaki dinyatakan telah membuat bola meninggalkan lapangan sebelum ia mengirim umpan silang.
 
Honda, yang didenda sebesar 5.000 dolar pada akhir pekan karena berselisih dengan ofisial di Piala Asia, juga memiliki gol yang dianulir karena offside tidak lama sebelum menit ke-60 dan sepakannya membentur tiang gawang pada menit terakhir di pertandingan itu.
 
Kelas negara Teluk "Kami mungkin dapat mencetak gol lebih awal untuk menghindari komplikasi-komplikaso namun saya tidak dapat menyalahkan para pemain," kata Aguirre. "Kami menciptakan banyak peluang dan memiliki dua gol yang dianulir. Saya merasa kami berkembang pada pertandingan demi pertandingan." "Secara fisik dan mental, kami kuat," tambah pria Meksiko itu. "Sekarang ini adalah mengenai mempertahankan disiplin kami dan tidak terlibat dengan para wasit atau kontroversi-kontroversi. Setiap pertandingan akan menjadi sulit dari sini dan penting untuk berada di puncak (penampilan) pada waktu yang tepat." Makoto Hasebe, yang mengukir rekor untuk penampilan ke-56 sebagai kapten Jepang, mengatur lini tengah, secara konstan ia mengendalikan permainan untuk membuat Honda dan Yuto Nagatomo dapat berlari dengan lebih bebas.
 
Pelatih Jordania Ray Wilkins, yang berteriak dan melambaikan tangannya di pinggir lapangan dengan wajah marah, jauh lebih tenang untuk menilai pertandingan setelah peluit panjang berbunyi.
 
"Itu memperlihatkan kelas (negara) Teluk," kata pria asal Inggris itu. "Kami dikalahkan oleh tim Jepang yang bagus. Itulah apa yang menginspirasi kami -- untuk menjadi sebagus orang-orang itu. Akan diperlukan tim yang sangat bagus untuk mengalahkan tim Jepang." Kiper Jepang Eiji Kawashima jarang mendapat ancaman ketika ia menorehkan "clean sheet" ketiganya.
 
"Kami tidak memiliki banyak peluang," keluh Wilkins. "Sangat sulit untuk merebut bola dari mereka. Kepala saya masih berputar, sepak bola mereka berada di standar yang sangat, sangat tinggi." Jepang, yang menjuarai Piala Asia untuk keempat kalinya dengan mengalahkan Australia pada final 2011, menaklukkan Palestina dengan skor 4-0 dan Irak dengan skor 1-0 pada dua pertandingan pertamanya, ketika mereka difavoritkan banyak pihak untuk kembali mengangkat trofi.
 
"Ini tidak akan mudah," tegas Kagawa. "Setiap pertandingan sekarang merupakan fase gugur dan kami memperkirakan adanya tantangan-tantangan yang jauh lebih berat." (AY)
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,