200 Ribu Rumah Baru Dibangun Tahun 2015

200 Ribu Rumah Baru Dibangun Tahun 2015

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Persatuan Pengusaha Real-Estat Indonesia (PPREI) menargetkan untuk membangun sekitar 200.000 rumah baru di Indonesia pada 2015.
 
"Total yang kami targetkan sebanyak 211.128 unit, itu untuk Rumah Sederhana Tapak (RST). Sedangkan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) sebanyak 20.000 unit," kata Ketua Umum PPREI Eddy Hussy di Jakarta, Rabu (21/1/2015).
 
Penargetan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kuantitas perumahan dari tahun lalu yang hanya 58.000 unit, padahal seharusnya dibangun 65.800 unit rumah, ujarnya.
 
Selain itu, penargetan tersebut juga diharapkan mampu mendukung program satu juta rumah yang digulirkan pemerintahan sekarang.
 
"Kami berkomitmen pada program tersebut, tapi kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mewujudkan terobosan di bidang ini," katanya.
 
Eddy mengusulkan sejumlah poin kepada pemerintah, antara lain penyederhanaan perizinan, kemudahan pembebasan tanah, subsidi uang muka, suku bunga maksimal 6,5 persen, hingga dukungan infrastruktur.
 
Apabila poin tersebut bisa terwujud maka PPREI yakin mampu menyelesaikan pembangunan perumahan hingga 700 persen dibanding realisasi 2014.
 
"Pemda juga harus ikut berperan, karena potensi pasar bisa dilihat dari ketersediaan data konsumen yang berhak mendapat FLPP," katanya.
 
Pada target pembangunan perumahan 2015 tersebut, jumlah terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Barat dengan 30.000 unit, Jawa Timur 25.000 unit, dan DKI Jakarta 23.686 unit.
 
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merilis data kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi (backlog) di Indonesia mencapai 13.526.000 unit.
 
Sebaran backlog tersebut ialah Pulau Sumatera 2.963, Jawa 7.794, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara 692, Kalimantan 805, Sulawesi 950, Kepulauan Maluku 139, dan Papua 183 unit.
 
"Pembangunan satu juta rumah bukan masalah. PPREI yakin pertumbuhan properti di Indonesia akan meningkat lebih besar," ujarnya terkait kondisi backlog saat ini. (AY)
.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,