Budi Gunawan Laporkan Pimpinan KPK ke Kejagung

Budi Gunawan Laporkan Pimpinan KPK ke Kejagung

kepala Komisi Pemberantasan Korupsi.(KPK), Abraham Samad.(Foto:Net)

Jakarta -  Komjen Pol Budi Gunawan melaporkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kejaksaan Agung (Kejagung), terkait penyalahgunaan wewenang dalam proses penanganan kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menjeratnya.
Menurut Kuasa hukum Budi Gunawan, Razman Arif Nasution, pihaknya akan melaporkan pimpinan KPK ke Kejagung terkait dugaan penyalahgunaan wewenang, pembiaran, atau pemaksaan. Pimpinan KPK sesuai Pasal 421 KUHP dan Pasal 23 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1999 serta UU Nomor 20 Tahun 2001 terkait Pemberantasan Korupsi.
"Kami menganggap, pimpinan KPK telah melakukan proses pembiaran. Karena, kasus yang dituduhkan kepada klien kami, dengan Pak Eggi Sudjana, dan Ibu Ria pada  2003 sampai 2006. Itu ada dugaan korupsi gratifikasi ketika klien kami, Pak Budi Gunawan, berpangkat brigjen, posisi sebagai kepala biro pembinaan karier, diduga menerima janji dan lain sebagainya," ktata Razman di Gedung Pidana Khusus Kejagung Jakarta, Rabu (21/1).
 
Lalu pada 2010, lanjut Razman, Budi Gunawan disebut memiliki rekening gendut. Selanjutnya, Juni 2014, KPK mengungkapkan memulai proses pemeriksaan. "Kenapa rentang waktu yang panjang dibiarkan sedemikian rupa. Kalau sudah dianggap ada barang bukti yang kuat, kenapa tidak langsung jadi tersangka saat itu," tegasnya.
Razman mengatakan, KPK tidak sesuai prosedur saat menerapkan Budi Gunawan menjadi tersangka peneriman gratifikasi, sesaat setelah dijadikan calon tunggal Kapolri oleh Presiden Jokowi.
"Menurut KUHP, seseorang apabila melanggar hukum, diperiksa alat bukti, pemeriksaan saksi-saksi, ketiga penetapan status. Itu protapnya, tetapi oleh KPK proses itu terbalik," tuturnya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:politik,