Gangguan Irama Jantung Serang Usia 40 Tahun

Gangguan Irama Jantung Serang Usia 40 Tahun

Ilustrasi Foto.(Net)

Jakarta - Ahli penyakit jantung Rumah Sakit Premier Bintaro Beny Hartono mengatakan masyarakat harus mewaspadai gangguan irama jantung yang mulai menyerang masyarakat pada usia 40 tahun.

"Perempuan dan laki-laki yang berumur 40 tahun ke atas harus mewaspadai gangguan irama jantung yang mulai menyerang di usia tersebut," ujar Beny dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Gangguan irama jantung terbagi dua yakni gangguan irama jantung cepat dan gangguan irama jantung lambat.

Gangguan irama jantung cepat atau takikardia adalah denyut jantung lebih dari 100 kali per menit, umumnya yang menyebabkan gangguan jika jantung berdetak 150 kali per menit.

Sebagian besar penyebab gangguan irama jantung cepat adalah genetik dan tidak berhubungan dengan gaya hidup.

"Gejalanya jantung berdebar-debar, nyeri dada, sesak nafas, keringat dingin, dan rasa ingin pingsan. Gejala itu bisa menyebabkan kematian," kata dia.

Gangguan irama jantung lambat yakni denyut jantung kurang dari 60 kali per menit, umumnya menyebabkan gangguan bilang kurang dari 40 kali per menit.

Gejala dari gangguan irama jantung lambat yakni pingsan, keliyengan, lemas, lemah, mengantuk, dan keringat dingin.

Gangguan irama jantung lambat dikarenakan penuaan, serangan jantung, dan konsumsi obat-obatan yang memperlambat denyut jantung.

Beny mengharapkan masyarakat yang menginjak 40 tahun untuk melakukan pengecekan.

"Tapi kalau ada keluarga yang sakit jantung, lebih dicek lebih awal." Dia menyebut masyarakat bisa melakukan pengecekan sendiri dahulu dengan cara meraba nadi.

"Sebanyak 70 persen meninggal karena penyakit jantung," tukas dia. (AY)

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:kesehatan,