YLKI Minta Polisi Usut Kekosongan BBM di Medan

YLKI Minta Polisi Usut Kekosongan BBM di Medan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Medan - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara minta kepolisian setempat untuk menyelidiki kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan.

"Kelangkaan BBM tersebut perlu diusut, dan ada apa dibalik ini semua," kata Ketua YLKI Sumut Abubakar Siddik di Medan, Jumat (23/1/2015).

Semakin berkurangnya stok BBM, menurut dia, perlu menjadi perhatian bagi pemerintah dan PT Pertamina, karena hal ini juga menyangkut kepentingan masyarakat atau orang banyak.

"Kehabisan stok BBM, yakni premium harus diselidiki oleh penegak hukum terkait, dan hal ini terjadi di saat pemerintah menurunkan harga bahan bakar itu," ujar Abubakar.

Dia menyebutkan, semestinya ketika harga BBM tersebut mengalami penurunan, maka stok premium harus tetap tersedia dan mencukupi keperluan konsumen, bukan sebaliknya habis atau kekurangan.

Permasalahan seperti ini sudah sering terjadi, dan sampai kapan mengenai BBM ini bisa diselesaikan, serta juga membigungkan masyarakat.

"Kadang-kadang BBM premium bisa habis (kosong) secara tiba-tiba, sehingga pemilik kendaraan mobil pribadi maupun sepeda motor, terpaksa membeli pertamax yang harganya cukup mahal," katanya.

Abubakar mengatakan, pihak berwajib jangan hanya sekadar memantau kenaikan dan menurunnya harga BBM tersebut, tapi juga mengawasi ketat dugaan terjadinya permainan atau orang tak bertanggung jawab.

Selain itu, terjadinya dugaan permainan spekulasi atau penimbunan BBM yang dilakukan seseorang yang sengaja untuk mencari keuntungan cukup besar.

"Praktik-praktik kotor yang merugikan pemerintah dan konsumen itu, harus secepatnya diantisipasi serta tak boleh dibiarkan," kata Ketua YLKI.

Data yang diperoleh mengenai penyaluran alokasi di Sumuatera Utara rata-rata normal 4.368 kl per hari. Namun Selasa (20/1) konsumsi BBM meningkat 10 persen menjadi 5.600 kl per hari (untuk premium).

Sedangkan, BBM solar juga meningkat sekitar 10 persen, yang sebelumnya 2.337 kl per hari menjadi 3.467 kl per hari. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:bbm,