Polda Jabar Geruduk Pembuat Senpi Ilegal

Polda Jabar Geruduk Pembuat Senpi Ilegal

Ilustrasi Senpi Ilegal.(Foto:Net)

Bandung - Operasi penangkapan perakit senjata api ilegal di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Kamis lalu digelar Brigade Mobil (Brimob) Polda Jabar.

Operasi yang dipimpin langsung Kaden A Pelopor Ajun Komisaris Besar Polisi Dedi Suryadi, SIK tersebut berhasil meringkus 15 orang yang diduga perajin dan pemasar senpi ilegal.

"Ini masih kita kembangkan, dari ke-15. Tersangka itu kami tangkap dengan status tahanan 24 jam, karena ada di tempat kejadian perkara. Kalau tidak terbukti bersalah ya kita bebaskan terkecuali yang masuk daftar pencarian orang (DPO)," Ujar Dedi kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jumat (23/1/2015).

Menurutnya, kegiatan itu merupakan  tindak lanjut dari hasil pengembangan  DPO Mabes Polri. "Kemarin kan ada 3 DPO yang belum ditangkap, 2 di antaranya berhasil kami amankan dalam operasi ini, yaitu Ujang Gaos DPO Polda Jawa Tengah dan Munir alias Dede alias Dudi. 

 
Sementara satunya lagi Kosasih merupakan DPO Polda Jawa Barat tidak berada di rumahnya ketika operasi berlangsung dan kemungkinan berhasil melarikan diri," bebernya.

Selain itu, perajin yang juga berhasil diamankan Brimob Polda Jabar ini, yaitu Harun, warga Dusun Cikopo RT 003 RW 003 Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor Sumedang. "Dari rumahnya kami berhasil mengamankan barang bukti, 2 pucuk soft gun Makarov, 1 pucuk senapan jenis Colt asli dan beberapa peluru," paparnya.

Pantauan CikalNews.com, barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi itu di antaranya, 2 pucuk Soft Gun Makarov yang tinggal di pasang laras, 1 pucuk pistol Colt asli yang masih dalam proses perakitan, 3 pucuk pistol rakitan jenis Fn P1, 2 biji peluru laras panjang kaliber 6,2 produksi Pindad, 1 biji peluru kaliber 5,56 standar nato yang biasa digunakan sebagai peluru senapan serbu yang juga produksi Pindad, 11 biji peluru cis, dan beberapa alat bor yang digunakan untuk merakit senpi ilegal. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:kriminal,