90 Persen Ucapan Selamat Para Pejabat Gunakan Uang Negara

90 Persen Ucapan Selamat Para Pejabat Gunakan Uang Negara

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara - Reformasi Birorkasi (MenPAN-RB) Yudi Krisnandi menuturkan 90 persen ucapan selamat yang disampaikan para pejabat berupa karangan bunga atau di media massa menggunakan uang negara.
 
"Dan sekarang dengan segala hormat saya sudah membuat surat ederan Kemenpan-RB tentang kesederhanaan dan penghematan. Hal ini untuk penghematan prinsipnya. Karangan bunga itu pemborosan," kata Yudi Krisnandi, di Bandung, Jumat (23/1/2015).
 
Ditemui usai menghadiri silaturahmi dengan PNS di lingkungan Pemprov Jabar, di halaman Gedung Sate Bandung, ia mengatakan oleh karena itu melalui surat edaran itu maka pihaknya melarang para birokrat, pejabat untuk menyampaikan ucapan dalam bentuk iklan atau karangan bunga.
 
"Kemudian kami mendapatkan laporan BPKP bahwa karangan bunga yang dikirim pejabat ke pejabat itu hanya 10 persen yang pakai uang pribadi. Sisanya pakai uang dinas," kata Yudi.
 
Ia mengatakan, seharusnya anggaran yang dipakai untuk karangan bunga atau ucapan selamat ini bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih penting.
 
"Kalaupun mau memberi ucapan, silahkan menggunakan uang pribadi. Kalau swasta mangga (silakan). Dan kalau mau kirim pakai uang sendiri, jangan pakai uang dinas," kata dia.
 
Sebaiknya, menurut dia, jika ada pejabat menikahkan anaknya maka tidak perlu mengirim bunga namun cukup salaman saja.
 
"Enggak perlu lah mengundang orang banyak, harus lebih sederhana mencerminkan rakyat," katanya.
 
Pihaknya juga memberikan pesan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta seluruh jajarannya untuk mengikuti ketentuan ini karena anggaran tersebut bisa dialihkan untuk untuk anggaran yang lebih bermanfaat untuk rakyat.
 
"Jadi saat Pak Gubernur Jabar mengangkat pejabat baru, anak buahnya nggak perlu masang ucapan selamat di media massa kepada bapak ini. Datang saja ke ruangan," katanya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,