JAKARTA – Penyerang Manchester City, Erling Haaland meminta maaf atas kekalahan memalukan melawan tim Norwegia Bodo/Glimt dalam pertandingan kualifikasi Liga Champions. Kekalahan tersebut membuat Man City terancam gagal lolos secara otomatis ke babak 16 besar.
Man City mengalami kekalahan kedua berturut-turut. Setelah kalah 2-0 melawan Manchester United dalam pertandingan Liga Premier Inggris di Old Trafford, Man City kemudian dikalahkan Bodo/Glimt 3-1 dalam pertandingan di Stadion Aspmyra, Rabu 21 Januari 2026 WIB.
Hasil tersebut sangat mengecewakan karena dalam dua pertandingan tersebut, Man City mampu mendominasi permainan. Bahkan, penguasaan bola tim yang dilatih oleh Pep Guardiola selalu di atas 65%. Hal ini berarti Man City benar-benar mendominasi namun kehilangan ketajaman. Serangan mereka selalu terhenti.
Hal yang sama terjadi saat Haaland pulang ke Norwegia. Ia tidak gentar ketika The Cityzens bermain dengan suhu minus 9 derajat Celsius. Haaland juga memperpanjang catatan buruk karena hanya mencetak satu gol dalam delapan pertandingan terakhir di berbagai kompetisi. Sedangkan satu gol yang tercipta berasal dari titik penalti saat menghadapi Brighton and Hove Albion.
“Saya bertanggung jawab penuh atas ketidakmampuan mencetak gol. Saya meminta maaf kepada siapa pun, kepada setiap pendukung City yang melakukan perjalanan untuk mendukung kami,” ujar Haaland seperti dikutip oleh The Sun.
“Ini memang memalukan. Saya tidak tahu apa lagi yang harus saya katakan karena saya benar-benar tidak memiliki jawaban. Saya hanya bisa mengatakan maaf,” ujarnya lagi.
“Mereka memang pantas menang. Di sisi lain, kami tidak cukup baik. Mereka bermain luar biasa di kandang. Mereka bermain dengan baik sampai mereka mencetak gol pertama. Kemudian mereka mencetak lagi. Kemudian Jen (Petter Hauge) mencetak gol terbaik tahun ini. Kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi tetap gagal. Pemain senior bertanggung jawab atas kegagalan ini,” kata Haaland.
Dalam pertandingan itu, Man City benar-benar kesulitan melawan Bodo/Glimt. Bahkan, siapa yang menyangka tuan rumah mampu menang 3-0. Sementara itu, gol tunggal Man City dicetak oleh Rayan Cherki. Namun, Man City kemudian kehilangan Rodri yang mendapat kartu merah. Bermain dengan 10 pemain, mereka kesulitan mengejar defisit gol.
“Saya sudah berusaha yang terbaik. Dan sekarang saya harus bersiap untuk pertandingan berikutnya. Kami harus pulih untuk pertandingan selama empat hari lagi,” katanya lagi.
Sementara itu, Guardiola mengatakan absennya beberapa pemain inti meninggalkan lubang pada beberapa sektor tim. Menurutnya, tim sebenarnya memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Namun sepertinya semua berjalan salah.
“Kami bermain tanpa pemain penting di beberapa sektor. Hal ini membuat tim memiliki kelemahan seperti yang kita alami musim lalu. Namun para pemain tetap berjuang meskipun bermain dengan 10 lawan 11. Saya merasa hasil ini tidak baik sejak 2025. Tidak hanya di Liga Premier tapi juga dalam pertandingan ini,” ujar Guardiola.
“Tapi kami menantikan pertandingan berikutnya. Masih ada empat hari sebelum kami menghadapi Wolves [Wolverhampton Wanderers]. Dan kemudian kami menghadapi Galatasaray. Kita akan lihat apa yang terjadi,” katanya.
Kekalahan melawan Bodo/Glimt membuat Man City turun dalam peringkat. Mereka berada di posisi ketujuh dengan 13 poin. posisi Man City terancam jika gagal bertahan di delapan besar, mereka bisa kehilangan kesempatan untuk lolos secara otomatis ke babak 16 besar.
Mereka akan bermain play-off seperti musim lalu. Saat itu, Man City langsung tersingkir di babak play-off setelah dikalahkan Real Madrid.






