JAKARTA – Manchester United kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Manchester City di Liga Primer Inggris, Arsenal menjadi korban selanjutnya. Dalam laga besar di Stadion Emirates, Minggu, 25 Januari 2026 WIB, Man Utd mengalahkan Arsenal 3-2. Kemenangan kedua yang diraih oleh manajer interim Michael Carrick langsung merusak peta persaingan di papan atas.
Start yang gemilang dari Carrick meskipun hanya diangkat sebagai manajer interim menggantikan Ruben Amorim. Di tangan Carrick, mantan pilar Man Utd saat ia meraih kejayaan dengan Sir Alex Ferguson, tim yang berantakan ketika Amorim pergi mampu bangkit.
Meskipun langsung diuji dengan bertemu dua tim papan atas, Carrick menunjukkan kemampuannya dalam duel strategi. Bagaimana tidak, Carrick berhadapan dengan dua ahli strategi, Pep Guardiola dan Mikel Arteta.
Guardiola telah membuktikan dengan membawa Barcelona dan Bayern Munich meraih kesuksesan. Begitu juga ketika menangani Man City, Guardiola memenangkan berbagai trofi. Termasuk empat gelar juara Liga Premier secara beruntun dan membawa Cityzens meraih treble sekaligus menyamai rekor Man Utd.
Namun, Guardiola tidak gentar dihadapan permainan taktis dan efisien Man Utd. Meskipun mereka benar-benar unggul dalam penguasaan bola, gol kiper tim nasional Italia Gianluigi Donnarumma bisa tembus sebanyak lima kali. Hanya tiga gol yang dianulir dan Man Utd menang 2-0.
Ketika menghadapi Arsenal di kandang, siapa yang menyangka Carrick akan menempatkan Bryan Mbeumo sebagai ‘false nine’ dan menyingkirkan penyerang Benjamin Sesko. Bahkan Matheus Cunha menjadi cadangan karena Bruno Fernandes menjadi starter bersama Patrick Dorgu dan Amad Diallo.
Namun, Man Utd memulai pertandingan dengan kebobolan lebih dulu akibat gol bunuh diri bek Lisandro Martinez pada menit ke-29. Di era Amorim ketika tim kebobolan, mereka terlihat kesulitan mengejar ketertinggalan gol. Apalagi ini disebabkan oleh gol bunuh diri yang dapat mempengaruhi mental pemain. Pada umumnya, Man Utd biasanya berakhir dengan hasil imbang ketika mereka tertinggal lebih dulu.
Tapi ada perubahan di bawah Carrick. Man Utd tetap bermain solid dan berjuang. Setelah Mbeumo membalas kepercayaan Carrick dengan memanfaatkan kesalahan Martin Zubimendi untuk menyamakan skor, kemudian Dorgu mencetak gol cantik dengan tendangan jarak jauh yang mengembalikan Man Utd unggul 2-1 pada menit ke-50.
Arsenal sebenarnya memiliki kesempatan untuk menghindari kekalahan setelah Mikel Merino mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-84. Gol dimulai dari kekacauan di depan gawang dan kiper Senne Lammens gagal mengantisipasi bola liar Merino. Bola sudah melewati garis gawang saat pemain Man Utd melemparnya jauh.
Hanya tiga menit kemudian, Cunha yang menggantikan Mbeumo bahkan mencetak gol yang menentukan kemenangan Setan Merah. Lewat tendangan jarak jauh, Cunha merobek gawang David Raya. Gol mematikan Arsenal diciptakan menjelang akhir pertandingan.
Skornya berubah menjadi 3-2 dan Man Utd berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
“Ini merupakan hasil yang sangat menyakitkan,” kata Arteta sebagai respons atas kekalahan Arsenal. “Sekarang saatnya untuk tetap mendekati para pemain yang telah memberikan kami kebahagiaan dan terus mendukung mereka karena kami sangat ingin menang,” katanya lagi.
Sementara itu, Carrick menunjukkan kepuasannya dengan kemenangan di kandang Arsenal. “Para pemain fantastis saat mereka menghadapi pertandingan dan bagaimana mereka ingin melakukannya [untuk mencetak gol]. Hal utama adalah bagaimana kita memberi mereka kesempatan dan bagaimana berperilaku. Saya memberi kepercayaan pada mereka dan saya mencoba menunjukkannya,” kata Carrick.
Ya, Carrick kembali ke Old Trafford ketika para pemain masih belum menerima keputusan untuk memecat Amorim. Bahkan rumor beredar bahwa Fernandes akan segera memutuskan untuk pindah pada akhir musim ini. Namun, Carrick segera mampu mengembalikan kepercayaan dan motivasi pemain.
“Tidak banyak yang bisa dikatakan. Mudah untuk mengatakan sesuatu pada seorang pemain atau berbicara tentang pertandingan kepada seorang pemain. Tapi bagaimana merasakannya, itu yang penting. Anda harus merasa percaya diri dan yakin. Mereka harus percaya mereka bisa melakukannya dan kita harus mampu mempertahankan kepercayaan itu,” ujar Carrick.
Carrick seperti mewarisi mentornya, Ferguson, yang mampu meningkatkan mentalitas dan tumbuhnya keyakinan pemain. Dia membuat faktor non-teknis lebih stabil.
Tidak hanya itu, Carrick juga mengubah peta persaingan di puncak. Sekarang, Man Utd berhasil masuk ke zona Liga Champions dengan menempati peringkat keempat setelah mengumpulkan 38 poin. Mereka menggeser Chelsea dan Liverpool.
Arsenal sendiri masih di posisi pertama dengan 50 poin. Namun, Arsenal, yang menderita kekalahan pertama setelah 13 pertandingan dalam berbagai kompetisi, harus waspada.
Sekarang mereka hanya unggul empat poin dari Man City dan Aston Villa yang berada di posisi ketiga dan keempat. Man City memangkas selisih poin setelah menang 2-0 atas Wolverhampton Wanderers.
Demikian pula, Villa yang mengalahkan Newcastle United 2-0. Persaingan semakin memanas dan Arsenal mulai menghitung akibatnya karena ambisi untuk memenangkan gelar liga setelah 2004 bisa gagal lagi.






