Beranda Indonesia Real Madrid Semakin Meragukan, Dihapus oleh Tim Divisi Kedua di Copa del...

Real Madrid Semakin Meragukan, Dihapus oleh Tim Divisi Kedua di Copa del Rey

59
0

Real Madrid semakin ambisius setelah memecat pelatih Xabi Alonso. Sayang sekali bagi pelatih Alvaro Arbeloa karena di debutnya, Madrid dieliminasi di babak 16 Copa del Rey. Ironisnya, Madrid kalah 3-2 melawan tim divisi kedua, Albacete.

Debut pahit Arbeloa ketika membawa Vinicius Junior dan yang lainnya ke markas tim LaLiga 2 di Stadion Carlos Belmonte, Kamis, 15 Januari 2026 WIB. Madrid, yang mentalnya terkuras setelah kekalahan di final Supercopa de Espana atau Spanish Super Cup di Arab Saudi, harus bertanding di Copa del Rey.

Dalam kondisi di mana tim sedang terpukul setelah kalah dalam El Clasico melawan Barcelona, klub kemudian memecat Alonso. Alih-alih bangkit, tim malah semakin terpuruk saat bertarung di Copa del Rey.

Pada pertandingan tersebut, Arbeloa tidak menurunkan skuat terbaik. Hampir semua pemain inti tidak tampil dan beberapa lainnya duduk di bangku cadangan. Tidak ada Jude Bellingham, Kylian Mbappe, Rodrygo hingga kiper Thibaut Courtois.

Namun, mantan pelatih muda Real Madrid itu tetap memainkan pemain kunci seperti Vinicius Jr dan bek Dean Huijsen sebagai starter. Selain itu, dia memberikan kesempatan kepada anak-anak muda yang dipimpin oleh Gonzalo Garcia.

Namun, mereka gagal untuk meredam semangat juang tinggi dari Albacete. Ironisnya, Albacete, yang pernah bermain di kasta tertinggi, LaLiga Spanyol, malah mengalami kemunduran di liga. Mereka masih berjuang di dasar klasemen, berada di posisi 17 dan hanya unggul satu poin dari tim di zona degradasi.

Kegagalan Madrid merupakan kejutan di Copa del Rey. Bahkan Arbaloa mengakui kekalahan tersebut sebagai tragedi.

“Bagi klub ini, hasil imbang merupakan hasil buruk. Jika inilah kasusnya, jelas ini sebuah tragedi. Bayangkan kekalahan seperti ini. Tentu ini sangat menyakitkan,” kata Arbeloa seperti yang dikutip oleh france24.

“Saya yakin para penggemar merasakan hal yang sama. Apalagi, kita menghadapi lawan dari divisi yang lebih rendah meskipun kami juga tahu bahwa lawan tidak mudah dihadapi,” katanya.

Arbeloa juga menyatakan bahwa dia bertanggung jawab atas kegagalan tersebut. Termasuk keputusan tentang siapa yang diturunkan dalam pertandingan. Dia juga tetap menghargai para pemain meskipun harus tersingkir di Copa del Rey.

“Siapa pun yang harus bertanggung jawab dan pantas disalahkan tentu saya. Alasannya adalah saya yang membuat keputusan tentang siapa yang akan menjadi pemain inti. Bagaimana kita harus bermain dan pergantian pemain,” ujarnya.

“Saya juga tetap bersyukur kepada para pemain. Bagaimana mereka menyambut saya dan bagaimana mereka berjuang sebaik mungkin dalam pertandingan ini,” ujar Arbeloa lagi.

Dalam pertandingan tersebut, Arbeloa menyertakan dua pemain dari tim cadangan/tim muda-nya, gelandang bertahan Jorge Cestero dan bek kanan David Jimenez. Meskipun dia tampil dengan tim cadangan, Madrid mampu mendominasi permainan. Vinicius Jr mengancam gawang Albacete. Namun tembakannya masih melambung tinggi.

Setelah Vinicius Jr gagal memanfaatkan peluang, tidak ada serangan lebih lanjut dari Madrid. Sebaliknya, tuan rumah membuat kejutan dengan membuka kebuntuan saat Javi Villar berhasil menjebol gawang Andriy Lunin pada menit ke-42. Villar, yang lolos dari kawalan Franco Mastantuono, berhasil menyambut bola dari tendangan sudut. Skor 1-0 untuk Albacete.

Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Mastantuono langsung menyamakan skor juga setelah dia menyambut tendangan sudut di waktu injury time. Tembakan dari jarak dekat oleh pemain muda Argentina tersebut mengubah skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga akhir babak pertama.

Di babak kedua, Albacete menjaga permainan yang efektif dan efisien untuk mengejar Madrid, yang memiliki kualitas individu lebih unggul. Bahkan tim yang dilatih oleh Alberto Gonzalez mampu frustasi para pemain Madrid karena mereka tidak bisa menembus pertahanan lawan.

Ketika Madrid tidak henti-hentinya memberikan tekanan, Albacete berhasil mencuri gol pada menit ke-82. Kali ini Jefte Betancor berhasil menjebol gawang Lunin sehingga skor berubah menjadi 2-1.

Madrid menolak menyerah dan terus bermain secara ofensif untuk mengejar ketertinggalan. Usaha mereka masih bisa berbuah manis ketika pertandingan memasuki waktu injury time. Garcia berhasil menjebol gawang lawan pada menit ke-90.

Gol sebelum jeda memberikan semangat baru bagi pemain Madrid. Setidaknya, mereka lolos dari ancaman kegagalan. Namun, tim Arbeloa hanya merasa senang untuk waktu yang singkat.

Jefte dengan sensasional berhasil mengalahkan Lunin untuk kali kedua ketika pertandingan hanya berjarak dua menit. Tembakan kerasnya tidak tertebak Lunin yang mengubah skor menjadi 3-2. Gol tersebut membuat Albacete mencetak sejarah karena untuk pertama kalinya dalam sejarah klub itu mengalahkan Madrid.