Beranda Sepak Bola Casemiro akan meninggalkan Manchester United pada akhir musim

Casemiro akan meninggalkan Manchester United pada akhir musim

51
0

JAKARTA – Manchester United akan kehilangan gelandang bertahan berpengalaman Casemiro yang meninggalkan Old Trafford ketika kontraknya berakhir di akhir kompetisi 2025/2026. Keputusan pemain tim nasional Brasil itu untuk pergi juga disetujui oleh klub.

Man Utd sebenarnya memiliki opsi untuk memperpanjang kontrak Casemiro selama satu tahun lagi. Hanya saja, sumber di klub yang dikutip oleh The Sun mengatakan bahwa Man Utd tidak ingin memanfaatkan opsi tersebut. Ini berarti klub tidak akan mempertahankan Casemiro yang dibawa dari Real Madrid pada tahun 2022.

Keputusan Man Utd untuk tidak menggunakan opsi perpanjangan kontrak selama satu tahun tidak terlepas dari rencana untuk meregenerasi pemain di posisi gelandang bertahan. Saat ini, Man Utd masih memiliki Kobbie Mainoo yang mengubah pikirannya dan tidak pergi setelah bertemu dengan manajer interim Michael Carrick.

Selain itu, ada Manuel Ugarte dan Mason Mount. Bahkan di awal musim, mantan manajer Ruben Amorim telah menarik Bruno Fernandes untuk berduet dengan Casemiro hanya karena memberikan tempat kepada Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha.

Meski memiliki sejumlah pemain yang menempati posisi gelandang bertahan, Casemiro masih menjadi andalan. Carrick masih mempercayakan kepadanya. Pertanyaannya adalah usia gelandang yang telah membela Brasil sebanyak 82 kali itu tidak lagi muda.

Bulan depan, Casemiro, yang telah meraih lima gelar Liga Champions bersama Madrid, berusia 34 tahun. Dia juga merupakan pemain dengan gaji tertinggi di klub. Saat ini, Casemiro menerima gaji sebesar 350 ribu pound atau sekitar 7,9 miliar rupiah setiap minggunya.

Dengan tidak memperpanjang kontrak Casemiro, setidaknya Man Utd mengurangi pengeluaran dari sektor gaji yang sangat besar. Setelah penurunan kinerja klub, nilai Man Utd juga turun. Pendapatan klub telah turun dan saat ini menempati peringkat ketujuh.

Kalah dari Liverpool, Manchester City, dan Arsenal. Sedangkan tempat pertama diisi oleh Madrid dan diikuti oleh Barcelona. Ketika masih sukses bersama manajer legendaris Sir Alex Ferguson, Man Utd selalu bersaing dengan Madrid dalam hal pendapatan.

Casemiro sendiri telah menyatakan keinginan untuk meninggalkan Man Utd setelah kompetisi berakhir. Hal ini juga menghilangkan spekulasi bahwa dia akan tetap di klub Liga Premier Inggris hingga tahun depan.

“Saya tidak akan pernah melupakan Manchester United dalam hidup saya,” kata Casemiro dikutip oleh The Sun.

“Sejak hari pertama ketika saya berjalan-jalan di stadion luar biasa ini, saya telah merasakan gairah Old Trafford. Saya sangat suka itu dan saya senang bisa berbagi dengan para pendukung klub ini,” katanya.

Meskipun dia akan pergi, Casemiro mengatakan dia akan tetap fokus dan berharap dapat membantu Man Utd meraih kesuksesan, setidaknya mencapai empat besar agar mereka dapat bersaing di Liga Champions musim depan. Bahkan, dia berharap masih bisa mendapatkan momen terbaik dalam empat bulan mendatang.

“Ini bukan saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal. Masih ada kenangan yang harus diciptakan dalam empat bulan mendatang. Kami masih akan bertarung bersama dan saya akan sepenuhnya fokus. Saya akan memberikan segalanya untuk membantu klub meraih kesuksesan,” kata Casemiro lagi.

“Menyadari bahwa Anda ingin pergi, tentu Anda ingin diingat dan tetap dihargai. Jadi selama empat bulan terakhir ini saya akan melakukan segalanya untuk memenuhi target. Kasih sayang dan rasa hormat kepada Manchester United dan para penggemar luar biasa. Red Devil untuk selamanya,” katanya.

Casemiro, yang direkrut oleh Man Utd saat masih ditangani oleh Erik ten Hag, meraih kesuksesan dalam tahun pertamanya di Liga Premier. Namun, performanya langsung turun di tahun kedua. Apalagi, Casemiro kemudian mengalami cedera. Bahkan, ia bahkan digantikan oleh Ten Hag dalam final Piala FA 2024 ketika Man Utd mengalahkan Manchester City 2-1.

Casemiro sendiri memimpin Man Utd meraih Piala Liga Inggris dan Piala FA. Namun, dia gagal dalam final Liga Europa 2025 dan Community Shield.