Proyek Pemaduan Pemuda Zuni mengawali Proyek Delapna:we tahunannya yang ke-delapan dengan malam keluarga di Taman Ho’n A:wan hari ini, 14 Januari, memulai serangkaian latihan, lokakarya, dan pertunjukan yang berlangsung hingga pertengahan Februari. Audisi komunitas diadakan pada awal Januari, dan pertunjukan panggung publik dijadwalkan pada malam 13 Februari dan siang 15 Februari, dengan rencana untuk menyiarkan pertunjukan agar mencapai audiens yang lebih luas.
Delapna:we menggunakan seni pertunjukan untuk menghidupkan kembali cerita lisan tradisional Zuni sambil membangun praktik bahasa sehari-hari dan protokol budaya untuk pemuda. Program ini mencakup lokakarya latihan, kegiatan bahasa dan budaya, makanan keluarga, dan kesempatan sukarela. Produksi Ho’n A:wan adalah mitra kunci dalam produksi dan penyutradaraan, dan para pendana seperti First Nations Development Institute, Administrasi Layanan Kesehatan Jiwa dan Penyalahgunaan Zat, dan Divisi Layanan Kesehatan Perilaku New Mexico mendukung tujuan kesejahteraan komunitas dan pemuda inisiatif ini.
Para penyelenggara menunjukkan akar program ini dalam pekerjaan pelestarian: rekaman para tetua yang terdigitalisasi dan proyek arsip sebelumnya yang menanamkan kurikulum dan cerita sekarang yang disesuaikan untuk panggung. Evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan yang dapat diukur dalam penggunaan bahasa dan keterlibatan budaya. Survei pasca-proyek menemukan sekitar 75% orang tua atau wali melaporkan anak-anak mereka lebih banyak berbicara Zuni di rumah setelah berpartisipasi, dan sekitar 90% pemuda mengatakan berbicara Zuni penting. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa Delapna:we tidak hanya menghibur tetapi juga memperkuat transmisi lintas generasi bahasa dan norma.
Dampak lokalnya baik budaya maupun praktis. Bagi keluarga Kabupaten McKinley, program menciptakan kesempatan dengan hambatan rendah bagi anak-anak untuk berlatih Zuni dalam pengaturan komunitas, menawarkan bimbingan terstruktur oleh para tetua dan pengisi acara, serta mengintegrasikan makanan dan waktu sosial yang membuat partisipasi memungkinkan bagi keluarga yang bekerja. Pendanaan dari lembaga kesehatan perilaku menegaskan hubungan kebijakan: program bahasa dan budaya semakin diakui sebagai elemen pencegahan dan restoratif dari strategi kesehatan mental pemuda.
Logistiknya sederhana bagi siapa pun yang ingin terlibat: malam keluarga hari ini di Taman Ho’n A:wan, audisi telah berlangsung bulan ini, dan pertunjukan publik pada 13 dan 15 Februari, dengan siaran untuk memperluas jangkauan. Para penyelenggara terus mengundang relawan dan sumbangan untuk mendukung biaya latihan dan layanan keluarga.
Pendapat kami? Datanglah ke malam keluarga, bawa beberapa frasa Zuni sederhana untuk dibagikan, dan dorong anak-anak untuk menggunakan bahasa di rumah—latihan kecil dan konsisten adalah yang membuat cerita dan adat tetap hidup bagi generasi berikutnya.





