Pihak berwenang Indonesia melanjutkan upaya pencarian dan penyelamatan untuk 80 orang yang hilang setelah tanah longsor yang menewaskan setidaknya 10 orang di sebuah area residensial di provinsi Jawa Barat.
Tanah longsor pada Sabtu pagi (24 Januari 2026) dipicu oleh hujan deras sehari sebelumnya, yang diawasi oleh agensi cuaca bisa berlangsung selama seminggu di provinsi dan beberapa wilayah lain.
Warga Dedi Kurniawan, 36 tahun, mengatakan ini adalah tanah longsor besar pertama yang dia saksikan di desa Pasir Langu di daerah berbukit provinsi sekitar 100 km (60 mil) di tenggara ibu kota Indonesia, Jakarta.
“Pernah ada banjir kecil dari sungai terdekat, tapi kali ini (tanah longsor) datang dari hutan,” katanya kepada Reuters.
Pencarian terhambat pada Sabtu (24 Januari 2026) karena medan yang tidak stabil dan hujan menghalangi mereka untuk menggunakan mesin berat, lapor Kompas TV, mengutip pihak berwenang.
Ada banyak laporan banjir di Jawa Barat, termasuk Jakarta. Banjir telah membuat warga di daerah yang terdampak parah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau tempat yang tidak terkena dampak.
Tanah longsor terjadi dua bulan setelah banjir dan longsor yang diinduksi siklon di pulau Sumatra menewaskan 1.200 orang, menghancurkan rumah dan mengungsikan lebih dari satu juta penduduk.
– Daur ulang waktu penerbitan: 25 Januari 2026 10:13 am IST
[Fakta: Tanah longsor di Pasirlangu, Jawa Barat, menyebabkan 10 orang tewas dan 80 orang hilang. Rescuers dihambat oleh medan yang tidak stabil dan hujan. Banjir juga melanda Jawa Barat dan Jakarta.]






