BBM Turun Tak Pengaruhi Harga Daging Ayam

BBM Turun Tak Pengaruhi Harga Daging Ayam

Harga daging ayam mahal karena pasokan ke pasar sedikit akibat banyak ayam mati. (Foto : Ade)

Bandung – Harga daging ayam di beberapa pasar tradisional di Kota Bandung sampai saat ini bertahan tinggi mencapai Rp.32.000 hingga Rp 33.000/kg. Di banding awal tahun lalu harga daging ayam mengalami kenaikan sebesar 10 hingga 15 persen. Begitu juga di supermarket daging ayam naik menjadi Rp 30.500/ekor dari sebelumnya hanya Rp 25.000 sampai 26.000/ekor.

 

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Ferry Sofwan, kasus daging ayam yang harganya mahal itu disebabkan karena pasokan dari para peternak saat ini mengalami penurunan.

 

“Ayam di tingkat peternak pasokannya sedang sedikit karena banyak ayam yang mati saat musim hujan ini. Takut rugi, maka banyak peternak mengurangi stock sehingga pasokan sedikit ke pasar,” jelas Ferry Sofwan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Sabtu (24/01/2015).

 

Untuk menambah pasokan daging ayam di Jawa Barat, beredar isu akan ada daging ayam impor dari Brasil. Namun hal itu mendapat kecaman dari pengusaha dan peternak ayam yang khawatir akan menjatuhkan harga daging ayam lokal.

 

“Isu yang beredar memang akan ada ayam impor dari Brasil, namun itu hanya wacana. Jadi para peternak tidak usah merasa khawatir,” cetus Ferry.

 

Harga daging ayam di Jawa Barat tampaknya  akan terus melambung jika pasokan semakin berkurang. Sementara dari sisi permintaan relatif banyak, sehingga pelu pengawasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan menggelar operasi pasar. (Jr.)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,