3 Pernyataan Jokowi Direspon Negatif Masyarakat

3 Pernyataan Jokowi Direspon Negatif Masyarakat

Presiden RI, Joko Widodo.(Foto:Net)

Jakarta - Masyarakat masih mengingat pernyataan-pernyataan politik yang dilontarkan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) selama sekitar empat bulan menjabat. Berbagai pernyataan itu bukan hanya keluar dari sang Presiden, tapi ada pula yang dicetuskan oleh kabinetnya.
Dalam rilis 100 hari pemerintahan Jokowi, Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat sedikitnya ada tiga pernyataan yang direspons negatif oleh masyarakat.
"Ada tiga pernyataan terburuk dalam pemerintahan Jokowi," tutur peneliti LSI, Adjie Alfaraby, di kantornya, Jalan Raya Pemuda, Rawamangun Jakarta Timur, Kamis (29/1/2015).
Pernyataan pertama dilontarkan oleh Menko Polhukam Tedjo Edhy, dengan menyebut "rakyat tak jelas" kepada sekelompok orang yang mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Sebanyak 91,25 persen masyarakat menilai, tak sepatutnya ungkapan tersebut terlontar dari seorang menteri yang turut mewakili sikap pemerintah. "Pernyataan itu terlontar saat Bambang Widjojanto ditangkap oleh Bareskrim," katanya.
Ketika Presiden Jokowi merespons aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), reaksi negatif dari responden mencapai angka 70,31 persen. Saat itu Presiden mengatakan "bukan urusan saya" dan langsung dikritik di media sosial.
"Ucapan itu mengesankan, bahwa Presiden tidak peduli dengan jatuhnya jumlah korban," lanjutnya.
Kemudian, sebanyak 55,28 persen publik kecewa atas sikap Jokowi terkait "penundaan, bukan membatalkan" pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri.  "Sikap itu yang membuat berlarut-larutnya masalah Polri dengan KPK," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:politik,