Kulit Busuk Hanya Memasok Pasar

Kulit Busuk Hanya Memasok Pasar

Petugas Kepolisian Menggerebek Pabrik Pengolahan Kulit Busuk.(Foto:Net)

Bandung - Kulit busuk untuk dijadikan bahan makanan yang berhasil terungkap oleh Kepolisian Resor Kota Bandung, Jabar, Kamis, hanya untuk memasok pasar di Kota Bandung yakni Ciroyom dan Gede Bage.

"Dijualnya hanya ke pasar Ciroyom dan pasar Gede Bage saja," kata pegawai pengolah kulit yang ikut diamankan polisi Dede kepada wartawan, Kamis (29/1/2015).

Ia menegaskan, tidak ada pasar lain kecuali dua pasar tersebut yang biasa dipasok kulit sapi yang diolah dari tempatnya bekerja.

"Cuma dua pasar itu aja," katanya.

Terkait harga kulit olahan yang dijual ke pasaran, Dede mengaku tidak tahu, masalah penjualan sepenuhnya diurus oleh atasannya.

"Soal jual menjual saya kurang paham, itu urusan si bos," katanya.

Ia mengaku baru bekerja di tempat pengolahan kulit sapi selama dua pekan.

Ia menjelaskan, cara pengolahan kulit tersebut dengan cara direbus kemudian dikerik selanjutnya dinjak-injak oleh kakinya agar kulit menjadi lunak.

"Caranya direbus terus dinjak-injak (pakai kaki)," kata Dede.

Sebelumnya Polisi mengungkap tempat pengolahan kulit sapi impor yang sudah busuk untuk menjadi bahan baku makanan di Kampung Babakan Karees, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul.

Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol mengatakan tempat pengolahan kulit itu terungkap berdasarkan laporan dari masyarakat yang selalu mencium bau busuk.

"Disini ada kulit sapi impor dari Australia dengan jumlah besar yang ada belatungnya, kulit busuk, kemudian diproses menjadi bahan makanan," kata Kapolrestabes.

Polisi menyita barang bukti 5 ton kulit sapi impor, kemudian mengamankan tiga orang yakni pemilik dan dua pegawainya.

Polisi masih mengembangkan kasus tersebut yang dicurigai pengolahannya menggunakan bahan kimia berbahaya karena dari warna kulit sapi yang sebelumnya warna hitam berubah menjadi bersih dan putih. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:kriminal,