Sentra Rajut Binong Jadi Kawasan Wisata

Sentra Rajut Binong Jadi Kawasan Wisata

Sentra Rajut Binong Jati - Bandung.(Foto:Net)

Bandung - Sentra Rajutan Binongjati Kota Bandung akan direvitalisasi menjadi kawasan wisata di kota itu sekaligus memberdayakan para pengrajin di kawasan itu.

"Sedikitnya ada 30 kawasan sentra bisnis yang akan dikembangkan, salah satunya sentra rajutan Binongjati," kata Kabid Industri Formal Dinas KUKM dan Perdagangan Industri Kota Bandung Hani Nurrosjani di Bandung, Jumat (30/1/2015).

Untuk pengembangan sentra rajutan Binongjati, Pemkot Bandung akan membangun jalan ke kawasan itu serta membangun showroom di kawasan itu.

Pemkot Bandung merespon langsung masukan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang sempat meninjau kawasan rajutan itu dalam kunjungan pertamanya ke Bandung Raya.

Saat itu presiden memberikan masukan untuk pelebaran jalan dan pembangunan showroom untuk penjualan produk di kawasan itu.

Jalan yang mengakses dari Jalan Gatot Subroto kekawasan rajutan Binong saat ini sempit sehingga sulit untuk diakses oleh wisatawan. Namun ke depan akan diperlebar.

Tahapan berikutnya akan dilakukan pembebasan lahan tanah untuk perlebaran jalan ke kawasan itu sehingga memungkinkan untuk diakses oleh wisatawan.

"Pengembangan sentra rajutan di Binongjati ini merupakan prioritas Pemkot Bandung," katanya.

Selain sentra rajutan itu, Kota Bandung juga memiliki sentra alas kaki di Cibaduyut, Sentra Kaos Suci, sentra wisata belanja dan kawasan lainnya.

"Potensi yang dimiliki setiap sentra industri belum dikembangkan secara optimal. Pemkot Bandung akan terus menggali potensi dan mencari solusi untuk permasalahan yang ada," kata Hani.

Selain itu Pemkot Bandung juga akan membangun showroom untuk produk Binongjati yang lokasinya di kawasan itu. Lahannya akan menggunakan tanah milik Pemkot Bandung seluas 6.000 hektare yang akan dikelola secara profesional dan kreatif.

Produk rajutan Binongjati saat ini sudah merambah ke sejumlah pasar di Indonesia, dan tetap eksis meski dihadapkan berbagai permasalahan pengembangan kapasitas dan revitalisasi mesin produksi.

Sementara itu Ketua Kadin Kota Bandung Deden Y Hidayat menyambut baik rencana revitalisasi kawasan sentra rajut itu. Namun ia berharap prosesnya dilakukan secara hati-hati dan menghindari permasalahan di luar industri.

"Salah satunya dalam pembebasan lahan untuk pelebaran jalan, harus dilakukan secara hati-hati karena terkait dengan pembebasan tanah. Jangan sampai berlarut-larut yang berakibat bisa menjadi kendala dalam program itu," kata Deden.

Ia menyebutkan, pelebaran jalan itu harus disosialisasikan dan perlu dilakukan penyamaan persepsi hukum yang sama.

"Terutama masalah harga, karena kerap terjadi tarik ulur harga. Terlebih kawasan itu berada dekat jalan protokol," kata Deden.

Ia menyebutkan, pengembangan kawasan sentra rajutan itu sangat tepat untuk meningkatkan produktifitas pengrajin rajutan di kawasan itu. Fasilitasi itu akan membantu para pengrajin untuk bangkit dan bergairah lagi berproduksi.

Respon sama juga diungkapkan oleh pengrajin rajut Rudi Chaniago yang menyebutkan pengembangan kawasan itu akan mempermudah akses, termasuk bagi wisatawan.

"Kami harap dengan bantuan dari pemerintah dapat memicu pertumbuhan bisnis di kawasan ini. Kami juga berharap mendapat fasilitasi untuk ekspor produk," kata Rudi menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:ekonomi,