Olahraga Pagi Hari, Sore dan Malam Hari Mana yang Baik?

Olahraga Pagi Hari, Sore dan Malam Hari Mana yang Baik?

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung- Entah kebiasaan atau ketidaktahuan, lihatlah lapangan atau alun-alun dibeberapa kota di Indonesia, setiap pagi hari, banyak dibanjiri orang yang sekedar jalan-jalan dengan menggunakan pakaian olahraga hanya sekedar melakukan olahraga ringan dengan mengitari lapangan atau pun melatih otot-ototnya agar tidak terasa kaku. 
 
Tetangga saya, Rahma (47) paling rajin mengajak suaminya untuk jalan dipagi hari. Rahma memang tidak melakukan jalan ringan di lapangan terbuka, bersama suaminya Arief setiap minggu pagi, selalu mengitari kompleks perumahan hingga ke luar ke jalan raya. "Saya bisa menghabiskan waktu hingga satu jam hingga lebih untuk sekedar jalan pagi di dalam kompleks, itung-itung olahraga jalan," kata Rahma saat ditemui di Jl Purwakarta Antapani Bandung baru-baru ini. Alasannya mungkin saja benar. 
 
Sama halnya yang dilakukan Ny Ucup ( rekan pengajian), nyonya yang satu ini setiap kali bersiap jalan pagi, tak pernah lupa mengenakan jaket parasut tembus pandang. Saat di tanya mengapa selalu menggunakan jaket plastiknya yang tembus pandang. Ny Ucup beralasan agar cepat berkeringat. "Kalau saya tidak menggunakan jaket parasut, susah sekali berkeringat," katanya beralasan. 
 
Melakukan olahraga ringan di pagi hari memang tidak salah. Namun, hasil penelitian membuktikan bahwa pagi hari bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan olahraga meski ringan. Seperti yang dilansir Daily Mail, sebuah hasil penelitian di Inggris menunjukkan bahwa bila berolahraga atau ingin lari pagi, tidak akan mempengaruhi peforma puncaknya sampai di siang hari. Oleh karena itu, dari pada membuang waktu dipagi hari, masih lebih baik lanjutkan tidur Anda dipagi hari. Karena hasil yang terbaik berolahraga adalah dilakukan sore hingga malam hari. 
 
Para peneliti di University of Birmingham menguji 20 atlet profesional, termasuk beberapa pemain hoki Inggris melalui sebuah tes fitnes sebanyak enam kali antara pukul 7 pagi dan 10 malam. Para peneliti juga meminta mereka untuk mengisi kuesioner yang dibuat untuk mengetahui apakah mereka termasuk orang yang beraktivitas di pagi hari, malam, hari, atau apa pun.
 
Lalu para peneliti menemukan bahwa orang yang beraktivitas di pagi hari melakukan tes dengan hasil terbaik pada siang hari. Bagi orang yang beraktivitas di malam hari adalah pukul 8 malam, sedangkan untuk orang yang berada di keduanya pada pukul 4 sore.
 
Roland Brandstaetter mengatakan hasil menunjukkan pentingnya irama tubuh dibandingkan dengan jam di dinding. “Irama tubuh memiliki efek yang besar karena setiap sel dalam tubuh memiliki iramanya tersenderi. Ada irama dalam otak, juga dalam organ lain seperti hati, jantung, dan semuanya. Dan psikologi seseorang dikontrol oleh irama-irama ini.” katanya. 
 
Jadi apakah Anda ingin mengubah kebiasaan dengan berolahraga di sore atau malam hari? (Ode)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:gaya-hidup,