BPBD Kuasai Sejumlah Titik Api

BPBD Kuasai Sejumlah Titik Api

Ilustrasi.(Foto:Net)

Pekanbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Bengkalis, Riau, berhasil menguasai sejumlah titik api yang tersebar di tiga kecamatan dalam sepekan terakhir yang total luasannya mencapai lima hektar.
 
"Dalam sepekan ini sejumlah titik api berada di Kecamatan Rupat Utara yang tersebar pada dua lokasi berbeda, Desa Titik Akar dan Desa Penuntun," kata Kepala Bidang (Kabid) Damkar pada Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD-Damkar) Bengkalis, Suiswantoro di Pekanbaru, Sabtu (31/1/2015).
 
Menurut dia, terdapat sejumlah titik kebakaran lainnya yang berada di Kecamatan Rupat Selatan dan Kecamatan Bukit Batu, tepatnya Desa Buruk Bakul.
 
Hampir kesemua lahan yang terbakar merupakan lahan baru atau lahan bukaan untuk kegiatan pertanian. Lebih lanjut, dalam usaha memadamkan api yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, BPBD Damkar dan sejumlah instansi seperti Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja, dibantu Regu Pemadam Kebakaran perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bengkalis.
 
"Dan untuk hari Sabtu ini, baru saja saya mendapatkan laporan dari anggota ada satu titik api lagi yang tengah diupayakan untuk dipadamkan di Kecamatan Siak Kecil," katanya.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan 15 titik panas sebagai indikasi awal kebakaran lahan dan hutan terdeteksi Satelit Terra dan Aqua di Sumatera pada Jumat, dan mayoritas terpusat di Riau.
 
"Data hotspot yang terbaru 30 Januari 2015 pukul 16.00 WIB menunjukkan ada 15 titik di wilayah Sumatera, yakni sembilan titik berada di Riau, lima titik di Sumatera Utara dan satu titik berada di Kepri," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin.
 
Jumlah "hotspot" ini meningkat setelah sebelumnya menurun sejak memasuki pekan ke tiga Januari. Data hotspot yang terbarui 19 Januari 2015 menunjukkan ada 10 titik di wilayah Sumatera, yakni tujuh titik berada di Riau. Kemudian pada 24 Januari terdapat tiga titik panas.
 
Ia mengatakan, jumlah "hotspot" yang paling banyak saat ini berada di Kabupaten Bengkalis dengan tujuh titik diikuti satu titik api di Pelalawan dan Rokan Hulu. Sementara itu untuk tingkat kepercayaan 70 persen, tiga titik panas terpantau di Bengkalis dan satu titik di Pelalawan.(AY)
.

Categories:Daerah,
Tags:bencana,