Tablet Berdampak Buruk bagi Perkembangan Sosial Anak

Tablet Berdampak Buruk bagi Perkembangan Sosial Anak

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung- Orang tua karena tak ingin ribet, maka sang buah hati yang mulai mengerti mengoperasikan ponsel pintar, dan  keuangannya memadai, maka cenderung anaknya akan diberi komputer tablet. Kelihatannya memang mentereng, canggih dan mungkin saking sayangnya terhadap sang buah hati sehingga fasilitas itu mudah sang anak peroleh. 
 
Minggu (1/2/2015) malam, Ny Stela Rianasari (26) menjadwalkan keluarganya untuk makan malam di luar rumah. Mereka pilih sebuah restoran khas Sunda di kawasan Jl Suci Bandung. Begitu masuk, ke restoran yang dimaksud, Ny Sisi langsung tersita pandangannya pada seorang anak yang sedang asik sendiri dengan kompuer tabletnya sambil duduk di kursi ayunan. Diperkirakan sang anak itu usianya baru duduk dibangku kelas 4 SD. 
 
Sementara kedua orang tuanya asik ngobrol dengan relasinya. Sang anak SD itu memang anteng, bahkan diajak makan pun oleh kedua orang tuanya, enggan beranjak, katanya masih kenyang. Itulah kenyataan yang ditemui Ny. Stela. Seraya membatin, jika anaknya sebesar anak SD itu, dia tidak akan menyodorkan komputer pintar. Gara-gara komputer tablet itu, sang anak bahkan lupa makan saking keasyikan dengan mainan barunya. Kenyataan inilah yang membuat Ny Stela hanya geleng-gelang kepala.  
 
Memang penggunaan komputer tablet atau ponsel pintar secara berlebihan bisa berpengaruh negatif terhadap kemampuan sosial dan kemampuan memecahkan masalah pada anak.
 
Para ahli di Universitas Boston, Amerika Serikat, dalam laporan penelitian yang dimuat di jurnal Pediatrics, mengatakan perangkat bergerak seperti tablet bisa dimanfaatkan untuk membantu proses belajar, tapi di sisi lain juga bisa berdampak buruk terhadap perkembangan sosial dan emosional anak.
 
"Jika perangkat ini sering dipakai untuk menenangkan anak, apakah anak tersebut pada akhirnya bisa belajar atau punya mekanisme untuk mengatur emosi?" kata Jenny Radesky, peneliti di fakultas kedokteran Universitas Boston.
 
"Penelitian menunjukkan bahwa menonton TV terlalu banyak berpengaruh negatif terhadap kemampuan sosial dan bahasa anak. Perangkat bergerak punya efek yang sama karena anak menjadi lebih sedikit untuk berinteraksi dengan orang lain," papar Radesky seperti dilansir BBC.(Ode)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:gaya-hidup,