KPK Lumpuh, Rakyat Kian Apatis pada Pemerintah

KPK Lumpuh, Rakyat Kian Apatis pada Pemerintah

Ilustrasi Foto:Net

Jakarta - Presiden Jokowi cenderung membiarkan konflik KPK-Polri yang terjadi berlarut-larut. Inia artinya, posisi Jokowi antara ada dan tiada terkait perseteruan dua lembaga penegak hukum yang berlangsung sejak bulan lalu itu.

"Dampaknya, sikap rakyat akan berubah drastis dari bergairah menjadi apatis terhadap pemerintah," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia Agung Suprio, Sabtu (7/2).

Agung memprediksi, Jokowi akan mengalami defisit legitimasi dan segala kebijakannya akan berjalan tanpa roh. "Revolusi mental takkan berjalan tanpa keteladanan pemimpin karena dirusak oleh pemimpinnya sendiri," kata Agung.

Paling parah apabila Jokowi menghabisi KPK. Meski nantinya pemberantasan korupsi ditangani Polri dan Kejaksaan Agung, masyarakat tetap tak bisa terima.  Sebab, mau ga mau, kepercayaan publik yang kian menurun terhadap kedua lembaga itu. 
 
Pada saat bersamaan, rakyat sudah sangat percaya terhadap KPK. "Jika pemberantasan korupsi diserahkan kepada dua lembaga itu, yang timbul adalah ketidakpercayaan secara massif," tegasnya.

Agung  mengingatkan, agar Jokowi memperkuat KPK jangan sampai lembaga antikorupsi itu dilemahkan bahkan dilumpuhkan, dengan mempreteli satu per satu pimpinannya. "Kalau KPK sampai lumpuh, ini pertanda kepemimpinan Jokowi impoten," tegasnya.

Pimpinan KPK saat ini tinggal empat orang setelah masa jabatan Busyro Muqoddas habis. Dari empat pimpinan KPK yang tersisa, semua sudah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas berbagai kasus yang diduga melibatkan mereka, sebelum menjadi komisioner lembaga anti rasuah tersebut.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto malah telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan dua pimpinan lainnya, Abraham Samad dan Adnan Pandu Praja, ditengarai hanya tinggal menunggu waktu untuk menjadi tersangka, karena Surat Perintah Penyidikan (sprindik) sudah keluar. Zulkarnaen juga sudah dilaporkan sebelumnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,