Film Berdampak Besar untuk Promosi Pariwisata

Film Berdampak Besar untuk Promosi Pariwisata

Ilustrasi.(Foto:Net)

Batam - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan film menjadi media yang memiliki manfaat dan kontribusi yang besar untuk mempromosikan dunia pariwisata Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menpar Arief Yahya ketika mengunjungi studio film dan animasi Infinite Studios di Batam, Sabtu (7/2/2015).

Menpar menyaksikan sejumlah budaya, seni dan tempat di Indonesia menjadi latar dan setting pada film-film asing, seperti Blackhat, yang syutingnya sebagian dilakukan di Indonesia.

"Ini menjadi cara 'PR' (Public Relations) dan branding yang bagus," kata Arief.

Industri film nasional pun diharapkan turut serta mempromosikan destinasi wisata di Indonesia.

Sebelum ada novel dan film Laskar Pelangi, tidak banyak masyarakat yang mengenal Belitung dan pantainya yang indah.

"Dari situ kita melihat pengaruh yang besar dari film kepada pariwisata," kata Arief seraya menambahkan dampak tersebut juga akan mendorong sektor ekonomi kreatif.

Dalam kunjungannya ke Infiniti Studios, Menpar berkesempatan melihat studio film dan kota buatan yang digunakan sebagai latar film.

Infinite Studios pernah terlibat dalam produksi sejumlah film blockbuster seperti Skyline, Blackhat, dan Joker Game, yang syutingnya sebagian dilakukan di studio indoor dan outdoornya.

Saat ini, rumah produksi yang menempati lahan seluas 10 hektar di daerah Nongsa, Batam itu sedang menggarap sekuel film Skyline yaitu Beyond Skyline, film bertemakan alien atau mahkluk asing, dan serial Serangoon Road.

Infinite Studios juga melibatkan sekitar 200 animatornya dalam produksi sejumlah film animasi seperti Peter Rabbit, Sing to the Dawn, dan Meraih Mimpi.

Menpar berharap dengan semakin majunya dunia perfilman nasional, maka hal itu juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dan membuat Indonesia semakin bersaing di industri kreatif tersebut. (AY)

.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,