12 Tewas dalam Petempuran di Ukraina

12 Tewas dalam Petempuran di Ukraina

Ilustrasi.(Foto:Net)

Donetsk - Sebanyak 12  orang tewas dalam pertempuran terkini di Ukraina timur, terdiri atas tujuh warga dan lima tentara, antara pemerintah dengan pemberontak, Sabtu (7/2).

Pejabat pertahanan Ukraina Volodymyr Polyovyi mengatakan pemberontak memperbesar kekuatan, untuk penyerangan lebih lanjut di Debaltseve dan Mariupol.

Dikutip dari AFP, pemberontak mengerahkan tank, pasukan bersenjata dan peluncur roket ke daerah Debaltseve dan Granitne, 35 kilometer timurlaut Mariupol, kata Polyovyi.

Debaltseve menjadi pusat pertempuran sengit lebih dari sepekan setelah pasukan pemberontak mencoba mengepung tentara dengan merebut jalur kereta api.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande terbang menuju Kiev, Kamis (5/2) guna membentuk rencana perdamaian baru untuk Presiden Ukraina Petro Poroshenko.

Menurut laman berita resmi Ukraina, theinsider.ua, Merkel dan Holande menyarankan Kiev menarik pasukannya dari Debaltseve agar pasukan pemberontak juga memulangkan tentara dari dekat Mariupol.

Namun, menurut sumber pemerintah, yang dikutip laman tersebut, Poroshenko menolak tawaran tersebut.

"Selama 24 jam terakhir enam penduduk sipil tewas akibat penembakan yang ditujukan ke daerah kekuasaan pemerintah, sementara satu warga tewas di perlindungan pemberontak di Donetsk," kata pejabat kedua belah pihak yang bertikai. 

Dua orang korban terkini adalah perempuan yang terbunuh dalam penembakan di daerah kekuasan pemerintah Avdiyivka, di sebelah utara bandara Donetsk, kata Kepala Polisi Regional Vyacheslav Abroskin yang pro-Kiev.

Pada waktu sama, pertempuran dengan pasukan pendukung Rusia membunuh lima tentara pemerintah dan melukai 26 orang lainnya, ujar pejabat militer Ukraina.

Tembakan peluru kendali pada Sabtu menghantam kota pusat peperangan Debaltseve sehari setelah gencatan senjata singkat yang memberikan kesempatan penduduk sipil untuk mengungsi, kata pejabat pemerintah. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:perang,