Oh... Indahnya Seni Body Painting

Oh... Indahnya Seni Body Painting

Model body painting saat dilukis. (Foto : ADE)

Bandung - Seperti halnya body piercing ataupun tato, seni hias tubuh yang termasuk kultur seni budaya adalah body painting. Sayangnya seni lukis mencorat-coret cat warna-warni berbahan dasar air ke kulit tubuh ini kurang dikenal masyarakat awam.
 
Body painting biasanya lebih dikenal oleh sebagian komunitas, tepatnya komunitas gemerlap dunia malam. Hal ini mungkin berhubungan dengan cara menikmati hasil seni ini, yang menuntut modelnya harus memamerkan hasil karya seni itu dalam keadaan setengah telanjang. Atau bahkan, telanjang sama sekali kepada para penikmat hiburan malam.

Bagi sang seniman body painting sendiri adalah seni melukis tubuh yang memang tumbuh secara laten atau low profile. Permintaan job biasanya lebih sering datang dari para pelaku industri hiburan malam, ketimbang dunia modeling yang juga menjadi basis seni ini diluar sana. 
 
Kendati laten, ternyata hasil perolehan dari jasa pembuatan seni lukis tubuh ini cukup lumayan besar bagi sang seniman. Sebab kontrak justru banyak datang dari para penggelar, atau pengelola acara di tempat-tempat hiburan malam.

Dari semua itu,  justru sang model atau penari sebagai media pamer hasil karya seni body painting inilah yang menjadi korban. Namun dari pengakuan para model atau penari body painting, mereka mengaku selama ini menjadi korban, sekaligus penikmat pertama dari body painting. 
 
Dengan penampilan bugil nan seksi, saweran dan tawaran tampil khusus ternyata lebih besar nominalnya, ketimbang nilai kontrak dengan para pengelola tempat hiburan malam.

Contoh, Anya, salah seorang model yang alumni Universitas Maranatha Bandung, memang sudah lama terjun di dunia modeling. Namun yang sering ia tekuni bukan sebagai model fashion show, melainkan model peraga untuk pertunjukan seni body painting. Gadis 25 tahun ini mengaku, potensi modelnya hanya sebatas untuk model fotogenik atau peraga saja. 

"Perasaan setelah menggeluti dunia modeling selama 5 tahun, dianggapnya sebagai sesuatu yang menyenangkan, meski persaingan di dunia model begitu keras dan menantang," ungkap  Anya di BCT Jl. Pasteur, Kota Bandung, belum lama ini.

Keunikan menjadi model body painting lanjut Anya, ternyata sangat berbeda dengan model lain. Ia bisa terlentang, duduk laksana kain kanvas yang akan digambar sang pelukis. 

"Saya rela membuka hampir seluruh bagian tubuhnya guna dihiasi warna-warni cat air. Berkat kelincahan kuas sang pelukis badan menambah indah gambar yang melekat di tubuh saya," katanya. 

Sebagai model peraga, ia sering berkeliling ke beberapa kota seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Denpasar bersama para seniman tattoo atau body painting. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,