Kujang Salah Satu Identitas Masyarakat Sunda

Kujang Salah Satu Identitas Masyarakat Sunda

Salah Satu Jenis Kujang. (Foto: Net)

Bandung - Masyarakat Sunda umumnya mengenal kujang sebagai senjata tradisional yang bentuknya sejenis pisau dan berfungsi sebagai “pakarang” atau senjata. Padahal dari hasil penelaahan sampai saat ini, kujang tidak hanya menyerupai senjata tajam tetapi ada pula yang secara fungsional dapat dikenali sebagai sebuah perkakas petani (Naskah Siksakanda Ng Karesian,  abad 16), kelengkapan upacara adat, simbol, dan lain-lain.

Kujang terbentuk dari budaya masyarakat Sunda pra-modern. ”Senjata” tersebut dibuat oleh masyarakat dengan kultur peladang atau masyarakat huma. Bentuk kujang diyakini telah mengalami perubahan hingga memiliki banyak varian. Kujang dengan bentuk yang tidak begitu artistik dan tampak sederhana, biasanya digunakan untuk alat perladangan (menebas, memotong) seperti yang digunakan untuk alat pertanian biasa.

Kujang dengan bentuk artistik yang banyak dikenal oleh masyarakat sekarang ini pada umumnya memiliki ciri-ciri khusus sebagai kelebihannya yaitu berbahan pamor. Pamor adalah motif, corak, atau kontur tertentu pada bilah sebuah senjata tajam yang dihasilkan dari penggunaan berbagai material, pembakaran dan teknik penempaan logam. Kujang sebagai senjata pusaka, tidak langsung dipakai dalam sebuah perkelahian, tapi biasanya dijadikan sebagai “teman” berperang (batur ludeung) atau senjata pamungkas di samping sebagai simbol status sosial dari si pemegangnya.

Mencermati bentuknya, kujang merupakan senjata peralihan dan penggambaran dari alat perladangan atau pertanian. Dalam wujud sebuah kujang paling tidak mengambarkan bentuk empat alat yang biasa digunakan masyarakat peladang, yaitu arit, kapak, gergaji, dan alat cukil. Kujang dengan berbagai bentuknya, baik sebagai benda yang dipergunakan dalam tataran fungsional maupun simbolik, tampil dengan estetika yang memikat. Bentuk kujang tidak mengintimidasi mata dan perasaan penikmatnya, berbeda jika melihat bentuk pisau atau senjata tajam lainnya yang terkesan mengerikan, karena seolah-olah bisa menyayat dan mengoyak tubuh bila digunakan.

Berdasarkan bentuknya, kujang memiliki jenis-jenis dan nama tersendiri yang semuanya terilhami dari wujud-wujud binatang, seperti Kujang Bangkong menyerupai bentuk kodok, Kujang Jagomenyerupai wujud ayam jago, Kujang Ciung menyerupai burung ciung, Kujang Kuntul menyerupai wujud burung kuntul, dan Kujang Naga yang mengambil karakteristik binatang mitologi naga.

Ada juga kujang yang menyerupai bentuk tokoh-tokoh wayang seperti sosok Semar dan bentuk tokoh wanita yang justru dalam cerita wayang biasanya tidak begitu dominan. Kujang yang menyerupai bentuk tokoh wayang wanita tersebut melambangkan kesuburan dan dikenal dengan nama Kujang Pangarak.

Sebagai bentuk penghargaan dan upaya melestarikan warisan leluhur, kujang dijadikan bagian dari lambang daerah Provinsi Jawa Barat yang mencerminkan identitas masyarakat Sunda. (Ode)

 

.

Categories:Gaya hidup,