PLTMH Potensial Dukung Desa Madiri Energi

PLTMH Potensial Dukung Desa Madiri Energi

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung – Semakin langkanya BBM (Bahan Bakar Minyak) dan tingginya kebutuhan listrik, menjadi renungan kita untuk melirik potensi PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) sebagai sumber energi yang dibutuhkan masyarakat, khususnya di pedesaan.

 

Menurut konsultan energi dari Asosiasi Hidro Bandung, Ir. Faisal Rahadian, Jawa Barat adalah potensi yang cukup bagus untuk mengembangkan teknologi PLTMH.

 

“Potensi hidrologi di Jawa Barat cukup bagus,  sudah ada puluhan PLTMH yang beroperasi. Terutama di daerah selatan yang secara topografi memang ideal untuk PLTMH,” kata Ir Faisal Rahadian di Jl. Sabang, Kota Bandung belum lama ini.

 

Adanya ketinggian dan debit air sekitar 150 liter per detik adalah modal dasar pembangunan PLTMH. Selebihnya adalah anggaran yang sangat tergantung pada kondisi fisik alam di lokasi.

 

“Dari sisi ekonomis pembangunan PLTMH relatif jauh lebih murah dibanding pembangkit lain. Tidak ada standar biaya baku karena tenaga mikro hidro bukan menyiapkan perlengkapan elektrikal mekanik, tetapi juga infrastruktur seperti bangunan sipil, jaringan transmisi, dan distribusi serta instalasi ke rumah-rumah,” ungkap Ir. Faisal Rahadian alumnus ITB Bandung.

 

PLTMH paling kecil saja bisa menghasilkan daya 600 watt, sedangkan paling besar bisa menyediakan listrik hingga 400 kilowatt. PLTMH di Jawa Barat yang paling besar menghasilkan 160 kilowatt yang berada di Gombongan, Kabupaten Garut.

 

“Pembangunan PLTMH paling lama 1 tahun, itu yang istimewa. Hampir semua alat teknis penunjang PLTMH asli produksi dalam negeri,” imbuhnya.

 

Setiap daerah tengah mengalokasikan dana khusus untuk pembuatan PLTMH, dari Papua sampai Aceh sudah banyak dibangun PLTMH. Pembangunan selama ini kebanyakan dibiayai oleh pemerintah, terutama untuk daerah yang belum tersentuh listrik PLN. Namun memiliki sumber daya alam air yang layak secara teknis untuk mengembangkan PLTMH.

 

Konsep DME (Desa Mandiri Energi) sudah bisa dikembangkan jika potensi pedesaan mendukung dibuatnya PLTMH. Termasuk dalam hal pengelolaan secara mandiri di pedesaan, pengelolaan PLTMH bisa melalui Badan Usaha Milik Desa atau sebuah koperasi.

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,