Kaligrafi Tiongkok Pecahkan Rekor di Central Park

Kaligrafi Tiongkok Pecahkan Rekor di Central Park

ahli kaligrafi Abidin Tane.(Foto:Net)

Jakarta - Kaligrafi sepanjang 21 meter sebagai kebudayaan Tionghoa yang dibuat oleh ahli kaligrafi Abidin Tane memecahkan rekor MURI dengan tulisan Tiongkok terbesar.


Kaligrafi berupa liong atau naga itu dibuat untuk menyambut acara puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2566, di Centrak Park, Jakarta, Kamis (19/2/2015).

"Harapannya dengan perayaan ini bisa menghadirkan sesuatu yang beda dari lainnya bagi pengunjung Central Park dan juga membuat perayaan Imlek di Jakarta tambah menarik," kata Chief Executive Officer Central Park Mall Veri Y. Setiady di Tribeca Park, Central Park, Kamis (19/2/) malam.

Kaligrafi liong tersebut dibuat oleh Abidin sejak pukul 17.00 WIB dan kemudian dibentangkan dari panggung hingga ke Tribeca Park bersamaan acara pemberian penghargaan rekor MURI.

Abidin mengaku sebelumnya pernah membuka kaligrafi Tiongkok sepanjang 3,8 meter lalu ia menambah rekor panjang kaligrafi untuk mengganti rekor MURI yang sebelumnya sudah ada yakni sepanjang 16 meter.

"Saya harus membuat lebih panjang dari 16 meter makanya membuat sampai 21 meter bahkan sepertinya lebih panjang dari itu," ujar Abidin.

"Agar lebih panjang saya menulis sembilan naga. Saya rasa untuk di atas meja tulis, kaligrafi sepanjang 21 meter ini di dunia belum ada," tambah ahli tulis naga itu.

Pendiri MURI Jaya Suprana mengatakan kaligrafi Tiongkok yang dibuat Abidin bahkan mungkin memecahkan rekor dunia.

Jaya Suprana kemudian memberi mandatnya untuk penyerahan piagam penghargaan kepada tokoh lingkungan hidup internasional Emil Salim untuk diberikan pada Abidin.

Selain itu, Central Park Mall menghadirkan Lunar Fireworks yang mempertunjukan 8.000 tembakan bunga api pada puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2566.

Ratusan pengunjung memadati Tribeca Park untuk menyaksikan gemerlap kembang api. Bahkan banyak diantaranya datang khusus untuk menyaksikan perayaan Imlek yang juga dihibur oleh penyanyi Gisella Anastasia serta atraksi spekatuler berupa"Glow in The Dark Liong Dance". 

Seperti Susi dari Banudng yang merayakan Imlek berserta keluaraganya mengatakan : "Iya, saya datang khusus ke sini untuk merayakan Imlek," kata Susi.

Sementara itu, Indah yang datang dari Serpong bersama anak dan adiknya mengaku puas melihat atraksi kembang api.

"Tadi bagus banget kembang apinya," ujar Indah.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:budaya,