Seniman Panaratas Meriahkan Gelar Seni Budaya

Seniman Panaratas Meriahkan Gelar Seni Budaya

Rya Fitria tampil enerjik melantunkan lagu Pop Sunda.(Dadan)

Bandung- Sejumlah seniman Bandung di bawah naungan Paguyuban Seni Rekaman Tatar  Sunda (Panaratas) pimpinan H. Dose Hudaya, turut memeriahkan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) yang digelar di Padepokan Seni Mayang Sunda, Sabtu (21/2).
 
Penampilan seni kecapi suling Cianjuran dari Neneng Fitri membuka event yang mengambil title “Gelar Seni Sunda-Mieling Basa Indung 2015” ini. Dentingan kecapi, alunan suling dan vokal Neneng Fitri yang penuh penghayatan dalam tembang-tembang khas Cianjuran seperti “ku lucu malati”, “es lilin” dan  “ceurik rahwana” membawa para tamu undangan dan penonton larut dalam nuansa kesundaan yang kental.
 
Berlanjut ke penampilan dari Rya Fitria dengan tembang sunda bernuansa pop. Tampil berbalut kebaya berwarna  biru, artis kelahiran 1985 ini sangat enerjik dengan membawakan lagu-lagu seperti” bogoh ka saha” dan “ jalir jangji” .
 
Suasana hangat kian terbangun melalui penampilan Salma Kurnia dengan lagu-lagu pop sunda yang up beat. “Malaikat cinta” menjadi suguhan pertama dari artis yang memulai kiprahnya pada 2009 ini. Dilanjut dengan tembang karya H. Dose Hudaya berjudul “sakur ngimpi”, Salma Kurnia melenggok dengan ceria.
 
Diselingi suguhan kesenian reog, kemeriahan “Gelar Seni Sunda - Mieling Basa Indung 2015” semakin menjadi. Seni pertunjukan khas Sunda yang memadukan unsur musik dan humor dari grup reog Koletrak, tak jarang mengundang tawa penonton dengan jargon-jargon dan candaan khas orang sunda.
 
Penampilan segar dari grup reog dengan personil mang Odo, mang Engkus dan Simon ini tak jarang membuat penonton tertawa. "Saya jadi ingat pepatah orang tua dulu, hilang bahasanya maka hilang juga budayanya. Hilang budayanya maka hilang bangsanya, juga akan hilang negaranya,” sisip mang Odo di sela-sela candaanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,