Koperasi Mau Sukses! Jokowi Bereskan Logistik Dulu

Koperasi Mau Sukses! Jokowi Bereskan Logistik Dulu

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, H. Indra P Simatupang

Jakarta-Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, H. Indra P Simatupang pesimis jika koperasi di Indonesia berhasil. Karenanya, ia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membereskan masalah logistik agar petani yang ingin menjual hasil tani maupun para pelaku usaha mendapat kemudahan ketika menjalankan aktivitas. Sebab, logistik sangat memegang peranan penting dalam perekonomian.  Logistik Indonesia, seperti jalan bagus dan tidak macet belum memadai.

"Bangkrutnya usaha bukan dari kita saja, tetapi yang perlu dikoreksi adalah kebijakan pemerintah. Biaya logistik di kita terlalu tinggi. Mudah-mudahan Jokowi mendengar ini dan membereskan masalah logistik," ujar Indra dalam diskusi publik bertajuk 'Melalui Koperasi, Membangun Kemitraan dengan Semangat Gotong Royong Mewujudkan Indonesia yang Berdikari secara Ekonomi', Senin (23/2/2015).

Politisi dari PDIP  dapil Jawa Barat ini, mencontohkan, pelaku UKM diluar Jakarta yang ingin menjual produknya di ibukota bisa menghabiskan biaya logistik besar semisal dari Bogor ke Jakarta dapat menghabiskan 25 liter dengan jarak tempuh 60 km. Di Thailand dengan jarak sama hanya mengeluarkan bensin 7 liter.

"Jadi, pemerintah sekarang harus memberesi logistik dahulu. Kalau tidak, mustahil akan sukses para pelaku usaha atau koperasi di negeri ini," terang anggota DPR Komisi III yang mengaku berlatar pengusaha ini.

Dia meneskan, ketika petani ingin menjual hasil taninya, mereka kesulitan karena tidak adanya logistik memadai. Indra pun menyayangkan  swasembada beras yang digaung-gaungkan Jokowi tanpa memperhatikan logistik.

 "Saya setuju swasembada beras, tapi bereskan dulu rantai logistiknya. Jika Presiden tidak peka hal itu, bisa repot," tegas Indra.

Pasalnya, logistik yang tidak baik,  bisa memakan cost sangat besar. Alhasil akan membuat orang lebih memilih membeli beras Thailand. Harga beras Thailand bisa dibeli dengan harga Rp. 3 ribu perak per kiloggram, sementara beras di Indonesia harganya Rp. 6 ribu per kilogram. Dengan perbedaan harga cukup tinggi tersebut, tentu orang lebih memilih membeli yang harganya murah dengan kualitas sama.

Hal serupa juga terjadi dengan gula. Gula Thailand dapat dibeli Rp. 5.500, gula di Indonesia mencapai Rp. 9.000. Harga di Thailand lebih murah karena memang logistiknya bagus.

 "Jadi kuncinya di logistik. Saya mau Jokowi jangan mengulang kesalahan-kesalahan presiden sebelumnya dalam hal kebijakan. Dia harus peka, bahaya bila pemerintah tidak memberesi masalah logistik," tuntas Indra. (Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,