Aturan Tak Jelas Sebabkan kelangkaan Elpiji 3 Kg

Aturan Tak Jelas Sebabkan kelangkaan Elpiji 3 Kg

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Sebagai produk bersubsidi, pendistribusian elpiji tabung 3 kg seharusnya diatur dengan peraturan yang tegas dan jelas. Hal itu tidak terlepas mulai langkanya gas melon tersebut di beberapa daerah hingga mendongkrak harga jual yang tinggi.
 
"Peraturannya tidak abu-abu, serta pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh pemerintah," kata Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria di Jakarta, Selasa (24/2).
Menurutnya, sepanjang tidak adanya peraturan yang tegas dan jelas tentang pengguna elpiji 3 kg, serta tanpa adanya pengawasan yang melekat tentang pengguna yang berhak, penggunaan elpiji 3 kg bersubsidi pasti akan menjadi liar.
 
"Dalam artian, elpiji 3 kg bisa dipergunakan oleh siapa pun dan untuk apapun juga. Hal ituah yang bisa menjadi penyebab terjadinya kekurangan ketersediaan elpiji 3 kg atau kelangkaan semu di wilayah tertentu," tegasnya.
 
Sofyano mengungkapkan, pengaturan tentang pengguna elpiji 3 kg itu siapa saja dan seharusnya berbeda dengan yang berhak penerima paket perdana.
"Kalau dari sejarahnya pengguna elpiji refil 3 kg seharusnya semua pengguna minyak tanah akibat konversi. Sedangkan penerima paket adalah sebagian dari semua pengguna tersebut, yang kurang mampu maka berhak terima paket. Nah kedua parameter itu tidak diatur secara tegas," paparnya.
 
Menurutnya, kelangkaan semu elpiji 3 kg bisa terjadi karena elpiji 3 kg dipergunakan oleh semua pihak yang merasa juga berhak untuk menggunakan elpiji 3 kg.
"Terjadinya kekosongan elpiji yang bisa disebut sebagai kelangkaan, jika kekosongan itu terjadi merata di suatu daerah tertentu dan terjadi untuk jangka waktu yang terus menerus. Setidaknya dalam seminggu yang terbukti dengan timbulnya antrean panjang masyarakat sepanjang siang malam," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,