Tutup Botol dan Kayu Cenderamata Khas Solo

Tutup Botol dan Kayu Cenderamata  Khas Solo

Ilustrasi.(Foto:Net)

Solo- Seorang perajin produk kreatif asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, memanfaatkan bahan baku barang bekas atau limbah, seperti tutup botol dan kayu, menjadi cenderamata khas Kota Solo.

Perajin "Lanvia Souvenir ", Surya Hardjono (34), warga Tinggen, Baki, Sukoharjo, di Solo, Sabtu (28/2/2015), mengatakan bahwa barang cenderamata (souvenir), berupa hiasan magnet lemari es (kulkas), paper clip, dan gantungan kunci, tersebut menggunakan bahan baku dari limbah.

"Barang souvenir ini dibuat dari bekas tutup botol yang diberi magnet, limbah kayu, dan gambar plastik, tetapi kelihatn cantik dan banyak peminatnya untuk oleh-oleh," kata Surya Hardjono yang berjualan di Night Market Ngarsopuro Solo.

Menurut Surya Hardjono, ide membuat barang-barang souvenir itu sejak 2007, tetapi banyak mengalami kendala. Dirinya pertama membuat sablon gambar-gambar khas Solo dengan media keramik, dan diperkenalkan ke masyarakat dengan berjualan di Night Market Ngarsopuro Solo.

Namun, produk hasil idenya tersebut hanya bertahan sekitar satu tahun dan kurang diminati masyarakat.

Perajin asal Sukoharjo tersebut mengaku dirinya kemudian mendapatkan orderan dari Perusahaan Batik Keris untuk membuat souvenir. Dirinya melakukan inovasi hampir selama satu tahun, dan produknya banyak yang laku terjual hingga ratusan buah.

"Ide kreatif saya tahap demi tahap bisa berkembang dengan memanfaatkan limbah olahan kayu dan tutup botol kaleng bekas dibuat menjadi berbagai souvenir khas Solo, seperti magnet kulkas, paper clip, dan gantungan kunci" katanya.

Bahkan, produk souvenir banyak diterima masyarakat dan kini sejumlah pesanan mengalir dari sejumlah toko selain di Kota Solo ada juga di kawasan Malioboro Yogyakarta dan konter souvenir di Bandung.

Menurut dia, produk kreatifnya tersebut berawal dikerjakan sendiri di Sukoharjo, tetapi kini karena banyaknya pesanan memiliki empat tenaga kerja yang membantu dengan cara borongan.

Bahkan, produknya yang memiliki gambar-gambat seperti wayang dan budaya Jawa juga ada datang pesanan dari luar pulau seperti Kalimantan dan Sumatera.

"Kami memiliki kapasitas produksi cenderamata khas Solo ini, mampu ratusan hingga ribuan buah per hari," katanya.

Menurut dia, kapasitas produksi souvenir hiasan magnet lemari es atau kulkal mampu hingga 2.000 buah per hari. Harga setiap barang souvenir ditawarkan antara sekitar Rp3.000 hingga Rp50 ribu per buahnya.

Menyinggung soal penghasilan dari hasil penjualan souvenir tersebut, Surya Hardjono menjelaskan cukup lumayan antara Rp5 juta hingga 6,5 juta per bulan.

Menurut dia, dirinya selalu mengembangkan ide baru terhadap produknya karena banyak tantangan dengan munculnya barang yang meniru kreativitasnya. (AY)

.

Categories:Unik,
Tags:unik,

terkait

    Tidak ada artikel terkait